nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Indonesia, Waspada Gelombang Kedua Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 08:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217789 menko-luhut-indonesia-waspada-gelombang-kedua-covid-19-ld9CIEpBSi.jpg Menko Luhut Waspada Gelombang Kedua Covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua.

“Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Hari Ini Rekor Kasus Tertinggi Covid-19 Mencapai 973 Orang Positif 

Luhut menjelaskan, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, dan menurutnya, setiap kebijakan itu telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan," katanya.

Baca Juga: Penambahan Pasien Positif Covid-19 Cetak Rekor 973 Orang, Ini 5 Provinsi dengan Jumlah Kasus Terbanyak 

Menurut Luhut, fokus Pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri.

Kemudian, dari segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini