Share

IMF Ramal Perbankan Sulit Dapat Keuntungan hingga 2025

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 20 2219664 imf-ramal-perbankan-sulit-dapat-keuntungan-hingga-2025-Vj6I8Hx8Ym.jpg Bank (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) memberikan sinyal bahwa perbankan akan mengalami tantangan berupa sulitnya mendapat keuntungan hingga 2025. Proyeksi itu didasari oleh simulasi yang dilakukan terkait Virus Corona atau Covid-19.

IMF melakukan simulasi yang dilakukan pada sembilan negara maju. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar sektor perbankan (berdasarkan aset) rawan gagal menghasilkan keuntungan (di atas biaya ekuitas) hingga tahun 2025.

Baca Juga: Pengawasan OJK ke Perbankan Lemah, Begini 4 Fakta yang Terungkap

Dalam kajian tersebut, profitabilitas telah menjadi tantangan secara berkala bagi bank di beberapa negara maju sejak krisis keuangan global. IMF menilai, kebijakan moneter telah membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Namun dukungan untuk memberikan beberapa dukungan untuk keuntungan bank tersebut berimbas pada, suku bunga yang sangat rendah. Akibatnya menekan margin bunga bersih bank.

"Melihat tantangan langsung yang dihadapi oleh bank sebagai akibat dari wabah virus corona, pada era periode suku bunga rendah yang terus-menerus cenderung memberikan tekanan lebih lanjut pada profitabilitas bank dalam jangka menengah," demikian seperti dikutip dari laporan IMF, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga: Viral Nasabah ATM Bank Mandiri Jadi Korban Skimming, Ini Cara Menghindarinya

Kendati demikian, setelah tantangan segera surut, bank dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko, termasuk dengan meningkatkan pendapatan fee.

Dalam jangka menengah, IMF juga mewaspadai bank-bank yang mencari cara atas kerugian yang hilang dengan mengambil risiko yang berlebihan. "Jika demikian, kerentanan dapat dibangun dalam sistem perbankan, menabur benih masalah di masa depan," demikian dikutip dari laporan IMF.

IMF memberikan solusi kepada para pemangku kebijakan, antara lain:

- Menerapkan sejumlah kebijakan untuk membantu mengurangi kerentanan yang timbul dari pengambilan risiko yang berlebihan

- Memastikan aliran kredit yang memadai bagi ekonomi, termasuk penghapusan hambatan struktural untuk konsolidasi bank

- Menggabungkan skenario lingkungan dengan tingkat bunga rendah pada penilaian dan pengawasan risiko bank.

- Menggunakan kebijakan makroprudensial untuk menjinakkan insentif bank demi mengantisipasi risiko yang berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini