Vaksin Covid-19 Diprediksi Ditemukan 2021, New Normal Jadi Solusi?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 320 2221160 vaksin-covid-19-diprediksi-ditemukan-2021-new-normal-jadi-solusi-2vIcgcpiDf.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah akan kembali membuka aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat alias new normal. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan dan juga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, alasan pemerintah untuk menjalankan new normal adalah untuk prioritas jangka panjang. Sebab, jika tak dilaksanakan roda perekonomian akan berhenti.

 Baca juga: 5 Fakta New Normal versi Pekerja Indonesia

"Saya rasa menghadapi normal baru ini sesuatu hal yang kembali, sudah saya sebutkan tadi prioritasnya jangka panjang," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (28/5/2020).

Pasalnya, vaksin dari virus Corona sendiri baru akan ditemukan pada tahun depan. Itupun menurutnya, setelah ditemukan masih harus dilakukan proses produksi hingga distribusi yang dilakukan oleh masing-masing negara.

 Baca juga: Sebelum Ada Vaksin Corona, Menko Airlangga: Kita Siapkan New Normal

"Karena kalau kita lihat dari vaksin sendiri itu kan kuartal 1-IV tahun depan rencana diketemukan. Itu baru diketemukan belum yang namanya produksi, distribusi belum juga vaksinisasi," jelas Erick.

Oleh karena itu lanjut Erick, new normal harus segera dijalankan. Namun menurutnya, masyarakat juga perlu menjalankan new normal ini dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

"Karena itu mau tidak mau the normal ini harus kita hadapi secara disiplin. Yang terpenting tadi sesuai dengan arahan pimpinan DPR, kita jangan sibuk mengobati tapi aktif untuk kita harus disiplin. Karena ini menjadi kunci untuk kita menjaga supaya the new normal ini bisa berjalan dengan baik," kata Erick.

Dalam implementasinya, pemerintah mengaku terbuka dengan masukan-masukan dari masyarakat. Mengingat, pemerintah juga masih akan melakukan adjustment pada Protokol kesehatan new normal.

"Dan the normal itu bukan harga mati karena pasti ada adjustmen adjustment dalam protokolnya ini yang harus kita terbuka dalam masukn kritik dan saran tapi implementasi menjadi cukup," kata Erick.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini