Di Tengah Wabah Covid-19, Angkasa Pura I Kembangkan Bisnis Logistik

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 320 2224671 di-tengah-wabah-covid-19-angkasa-pura-i-kembangkan-bisnis-logistik-YKDKoR5IPe.jpg Pesawat (Reuters)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) meluncurkan layanan air freight pada hari ini. Seremoni peluncuran layanan ini dilakukan secara virtual di dua tempat yaitu di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero) di Kemayoran Jakarta dan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memperkuat bisnis perusahaan dalam bisnis logisitik sekaligus sinergi yang dilakukan oleh BUMN. Sebab, dalam layanan air freight ini, Angkasa Pura Logistik bekerja sama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan pesawat freighter

 Baca juga; Antisipasi Penumpukan Penumpang di Bandara Angkasa Pura I

"Alhamdulillah pesawat ini beroperasi hari ini pertama kali secara virtual karena pandemi. Namun harapan kita tidak mengurangi makna dari kegiatan ini. Tentu saja kami berharap dalam keadaan sehat," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (4/6/2020).

Menurut Faik Fahmi, langkah ini sebagai alternatif perusahaan untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Sebab, pandemi Corona ini cukup membuat industri penerbangan berdarah.

"Apa yang dilakukan APL ini bagian dari inisiatif bagus industri terdampak saat pandemi ini kita kehilangan trafik penumpang siginfikan tentu butuh invasi dan terobosan baru," jelasnya.

 Baca juga: AP II Tetapkan Belanja Modal Tahun Ini Rp1,4 Triliun

Menurut Faik, bisnis kargo di tanah air menyimpan potensi yang sangat besar. Mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110% sejak 2018-2024 dari USD9,21 miliar menjadi USD19,3 miliar .

Dari angka tersebut, total volume pasar air freight diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26% hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.

"Tentu saja kita berharap langkah awal ini bisa sukses dan berkembang ke depannya ,membawa bisnis kargo lebih baik lagi," jelasnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah mengatakan, pada tahap awal, layanan air freight ini didukung dengan armada 2 pesawat ATR 72-500 yang disewa dari Pelita Air. Kemudian akan terdapat penambahan 1 pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

Ketiga armada udara ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut, produk berbahaya (dangerous good), dan produk dengan ukuran berlebih (oversized cargo) dengan rute ke 10 kota yang terdiri dari 9 domestik dan 1 internasional.

Adapun 10 kota tersebut yaitu Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam, dan Singapura. Sedangkan dua pesawat ATR 72-500 yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yaitu Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar.

Sementara pesawat Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas katgo 15.000 kg nantinya akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

"Prosesnya cukup panjang, realisasi kerjasama ini didahulukan semangat sinergi BUMN karena tanpa sinergi mungkin ga akan secepat ini," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini