JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mewakili Menteri Perdagangan sebagai ASEAN Economic Minister (AEM) untuk Indonesia, menghadiri pertemuan The Special ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Virtual Conference Meeting on COVID-19 Responses. Pertemuan ini membahas upaya bersama negara ASEAN dalam menghadapi pandemi COVID-19dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dalam Declaration of the Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 dan pertemuan AEM terdahulu yang menghasilkan AEM’s Statement on Strengthening ASEAN’s Economic Resilience in Response to the Outbreak of covid-19.
“Indonesia bersama para Menteri Ekonomi ASEAN berkomitmen menggali mekanisme guna menjaga konektivitas rantai pasok dan memastikan kelancaran arus perdagangan barang-barang penting (essential products) di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait penanganan pandemi covid-19,” ujar Wamendag Jerry dilansir dari laman Kemendag, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi: Semua Negara Berlomba Ingin Jadi Pemenang dalam Pemulihan Ekonomi
Para Menteri Ekonomi ASEAN turut menyepakati ‘Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic’. Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan barang-barang penting (makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk-produk terkait lainnya), serta fasilitasi produksi serta akses terhadap obat-obatan dan vaksin COVID-19 melalui penguatan konektivitas rantai pasok.
Hanoi Plan of Action ini diharapkan mampu mendorong negaraanggota ASEAN lebih proaktif mengimplementasikan langkah konkret seperti penggunaan Affixed Signature and Stamp(ASnS) untuk mempertahankan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan social-distancing, mengoptimalkan ASEAN Single Window sebagai platformpertukaran dokumen administrasi perdagangan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 dalam menghadapi the new normal.
“Kunci untuk mempertahankan jaringan produksi dan arus keluar-masuk barang dan jasa terletak pada kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk memanfaatkan teknologi informasi”, tegas Wamendag.