Suntikan Modal ke BUMN, Bisakah Ekonomi RI Kembali Pulih?

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 320 2225098 suntikan-modal-ke-bumn-bisakah-ekonomi-ri-kembali-pulih-a3HOwBa7yY.jpg Suntikan Dana untuk BUMN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan suntikan dana kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Ada 12 BUMN yang mendapat dana negara tersebut.

Namun demikian, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperingatkan pemerintah supaya pemberian suntikan dana untuk BUMN dilakukan dengan cermat. Adapun suntikan dana yang disiapkan sebesar Rp149 triliun.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait suntikan dana BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi, Senin (8/6/2020):

1. BUMN yang Berdampak pada Masyarakat

Pemerintah akan memberikan suntikan dana kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini untuk mengantisipasi dampak virus Corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dukungan ini untuk BUMN yang dianggap memiliki pengaruh besar hajat hidup masyarakat. Di mana perannya dari sisi exposure besar sistem keuangan dan dimiliki pemerintah dengan total aset yang cukup besar.

2. 12 BUMN Dapat Suntikan Dana

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemulihan ekonomi nasional akan dilakukan melalui BUMN mencakup 12 BUMN dari subsidi, penyaluran bansos, PMN dan dana talangan.

3. Peringatan DPR

Anggota Komisi XI DPR-RI Kamrussamad mengatakan pemberian anggaran untuk BUMN ini harus dilakukan tinjauan ulang. Menurutnya, suntikan anggaran untuk BUMN dalam program pemulihan ekonomi ini harus dilakukan dengan cermat dengan memperhatikan skala prioritas.

Berdasarkan catatannya, hingga saat ini ada 10 BUMN yang memiliki utang terbesar. BUMN tersebut tersebar di berbagai sektor dari mulai keuangan, energi hingga infrastruktur.

Bahkan, penumpukan utang BUMN ini sudah terjadi sejak 2018 lalu.

4. 10 BUMN dengan Utang Terbesar

Berdasarkan data tahun 2018 Bank BRI menjadi BUMN yang memiliki utang paling tinggi yakni Rp1.008 triliun, kemudian disusul oleh Bank Mandiri Rp997 triliun, Bank BNI Rp660 triliun.

Lalu ada PT PLN dengan utang mencapai Rp543 triliun, PT Pertamina dengan Rp522 triliun dan Bank BTN Rp249 triliun. Kemudian ada PT Taspen dengan utang Rp222 triliun, PT Waskita Karya Rp102 triliun, PT Telkom Indonesia Rp99 triliun, dan PT Pupuk Indonesia Rp76 triliun.

"10 BUMN dengan utang terbesar itu ada di sektor keuangan energi, infrastruktur, BUMN karya. Dalam rentan 5 tahun sebelum covid kondisi utang bumn sangat besar," ujar Anggota Komisi XI DPR-RI Kamrussamad.

5. PLN Dapat Rp45,4 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mendapatkan suntikan hingga Rp45,4 triliun. Adapun suntikan dana tersebut untuk tambahan subsidi listrik yang diperpanjang, penyertaan modal negara dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah.

6. HK, KAI, Bahana, PTPN, PNM

Selanjutnya, PT Hutama Karya akan mendapatkan kenaikan PMN dari Rp3,5 triliun menjadi Rp11 triliun. Sedangkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun mendapatkan jatah dari program PEN tersebut. Di mana, KAI mendapatkan dana talangan Rp3,5 triliun.

Sementara itu, PT Bahana akan mendapatkan PMN sebesar Rp6 triliun. Hal ini dalam rangka menangani PT Jamkrindo dan Askrindo soal program penjaminan kredit modal kerja darurat.

"Serta, PMN Nontunai sebesar Rp268 miliar (untuk Bahana)," ujar Sri Mulyani.

Dirinya mengatakan, PTPN juga akan mendapatkan dana talangan. Di mana, dana talangan tersebut untuk pinjaman modal kerja.

PT Permodalan Nasional Madani, lanjutnya akan mendapatkan PMN dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Hal ini untuk melakukan program ultra mikro Mekaar yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dalam memberi dukungan ke usaha mikro di bawah 10 juta.

7. Garuda, KS, Pertamina, Perumnas, Bulog

"Ada 2 BUMN yang dalam hal ini Menteri BUMN Erick Thohir yang akan sampaikan, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk yang diberi dana talangan," ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, ada PT Perumnas sebesar Rp650 miliar. Sedangkan PT Pertamina akan mendapatkan dana pembayaran kompensasi.

"Dua BUMN lain yaitu ITDC dan Bulog, mendapatkan dukungan, untuk ITDC Rp500 miliar PMN tahun ini, bulog karena dukung operasi bansos dapat penyaluran Rp10,5 triliun," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini