Dana Rp40 Triliun Bakal Dialihkan ke Tapera, Subsidi FLPP Hilang?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 470 2225215 dana-rp40-triliun-bakal-dialihkan-ke-tapera-subsidi-flpp-hilang-bhd1nIslfn.jpg Rumah (okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan akan mengalihkan dana Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ke Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Pengalihan anggaran ini nantinya akan dilakukan secara bertahap.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, pengalihan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada BP Tapera. Apalagi, pemerintah juga sudah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

 Baca juga: Peserta Tapera Bisa Ajukan KPR dengan Bunga Murah

"Memang betul jadi dana FLPP pada akhirnya nanti harus dialihkan kepada BP Tapera. Yang mendasari itu pengalihan itu menjadikan pemerintah dukung BP Tapera," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (5/6/2020).

Tak tanggung-tanggung ada sekira Rp40 triliun dana FLPP yang akan dialihkan menuju BP Tapera. Hal ini mirip dengan program FLPP yang mana dana tersebut ditanamkan ke BPDPP.

 Baca juga: Ada Tapera, Bagaimana Nasib Tabungan PNS di Taperum?

"Selama ini outstanding FLPP Rp40 triliun itu uang pemerintah yang di tanam di BPDPP. Dan itu pengembalian pokok secara diangsur bulanan diterima kembali oleh pemerintah," jelasnya.

Eko menjelaskan selama BP Tapera belum beroperasi secara efektif, program-program pembangunan perumahan subsidi yang selama ini dijalankan oleh pemerintah tidak akan berhenti. Sembari menunggu BP Tapera berbenah, ketersediaan rumah bagi masyarakat akan terus digenjot.

Seperti diketahui, ada beberapa skema perumahan subsidi yang disediakan oleh pemerintah. Seperti FLPP, Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Uang Muka, dan Subsidi Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

"Selama BP Tapera belum berfungsi dan beroperasional penuh, sampai dengan 7 tahun ke depan, maka kita siapkan dan pastikan bahwa LPDPP dan FLPP masih menjalankan tugas. Selama BP Tapera belum bisa melayani MBR [Masyarakat Berpenghasilan Rendah], FLPP masih berjalan dan tinggal gimana nanti rumahnya seperti apa kita lihat," jelas Eko.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini