Cerita semacam ini banyak bertebaran di kalangan petani dan nelayan di Asia Tenggara yang menyambut cara perdagangan baru ini.
Karantina di Malaysia, yang disebut sebagai Movement Control Order (MCO), telah diterapkan sejak Maret dan diperpanjang setidaknya sampai 9 Juni.
Baca juga: Petani-Nelayan Dapat Bantuan Modal Kerja, Jokowi: Prosedurnya Jangan Berbelit-belit
Steve Teoh, pemilik Perkebunan Deoness Plantation di Dataran Tinggi Cameron, 200 kilometer sebelah utara Kuala Lumpur berdagang jagung dan bunga.
“Ketika terjadi MCO, saya berpikir untuk membuang bunga-bunga hasil panen karena permintaan tiba-tiba jatuh drastis karena toko bunga pada tutup,” katanya.