Krakatau Steel Disuntik Rp3 Triliun, Stafsus BUMN: Kalau Dimatikan Rugi Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 320 2226888 8-tahun-rugi-dan-cetak-laba-krakatau-steel-disuntik-rp3-triliun-kvp4HaGKQk.jpg Krakatau Steel (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka-bukaan terkait suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Krakatau Steel (Persero) sebesar Rp3 triliun. Mengingat pemberian PMN ini mendapatkan sorotan publik karena perusahaan plat merah ini merugi.

Baca Juga: 8 Tahun Rugi, Krakatau Steel Kembali Cetak Laba Rp1,08 Triliun 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pemberian PMN kepada Krakatau Steel merupakan sesuatu yang wajar. Apalagi perusahaan BUMN ini memiliki kontribusi dan peran yang vital untuk perekonomian negara.

"Mengenai Krakatau ini kan menyangkut bisnis hulu kita, kalau dimatikan yang rugi Indonesia," ujarnya dalam live IDX Channel, Selasa (9/6/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Cari Utang Rp812 Triliun, Dipakai Erick Thohir Rp108 Triliun untuk BUMN 

Lagi pula lanjut Arya, perusahaan pelat merah ini juga berhasil dilakukan restrukturisasi. Hal ini terlihat dari keuntungan yang didapat perseroan sebesar Rp1 triliun pada kuartal I-2020 setelah sebelumnya selalu merugi.

"Krakatau Steel sudah bisa berhasil kita restrukturisasi untuk Rp1 triliun di kuartal pertama. Pertama kali dalam setahun. Wajar kita kasih pinjaman untuk dana talangan," jelasnya.

Arya pun menjelaskan jika pemberian PMN berbeda dengan dana talangan. Jika PMN merupakan suntikan modal, sedangkan untuk dana talangan, uang yang diberikan pemeintah harus dikembalikan kembali.

Lagi pula lanjut Arya, peran pemerintah yang hanya membantu proses penjaminan. Sementara pinjamannya tetap akan berasal dari pihak ketiga.

"Dia pinjam ke pihak ketiga, bukan pemerintah kasih cash. Dana talangan harus dikembalikan, baik pokok dan bunganya ke pihak ketiga seperti pinjam ke bank saja," kata Arya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini