Share

RI Siap New Normal, ADB: Perlu Langkah Hati-Hati

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 320 2227324 ri-siap-new-normal-adb-perlu-langkah-hati-hati-D1QkWSyYmQ.jpg New Normal (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah siap membuka kembali aktivitas bisnis pada sembila sektor secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat. Langkah ini dilakukan dalam rangka menghadapi kondisi new normal.

Deputy Director General Economic Research and Regional Cooperation, Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting mengatakan, peran pemerintah sangat penting dalam menjalankan new normal. Pemerintah perlu berhati-hati dalam menjalankan new normal agar tidak semakin memperparah keadaan.

Baca Juga: Pakai Surat Kesehatan, Penumpang Bisa Naik Pesawat

"New normal ini akan dilakukan secara bertahap barangkali ini akan dimengerti teman teman. Kita harus memerlukan langkah hati hati mengontrol covid," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (9/6/2020).

Menurut Edimon, memang saat ini angka covid-19 di Indonesia belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Hanya saja, langkah new normal ini perlu diambil agar perekonomian Indonesia tidak semakin anjlok.

Baca Juga: Kapasitas Ditambah, Bos Garuda Incar Penumpang Perjalanan Dinas hingga Traveller

Pada kuartal I-2020 saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 2,97%. Angka ini di bawah dari prediksi sejumlah pengamat ekonomi dan pemerintah sendiri.

"Kita juga perlu mempersiapkan new normal ekonomi kita sehingga pertumbuhan kita tidak menurun. Walaupun angka covid belum menurun, mungkin sekarang bagi teman teman kesehatan ini dianggap berisiko. Tapi pemerintah mempunyai upaya cukup dalam untuk memanage risiko itu," jelasnya.

 

Jika dilakukan dengan hati-hati maka ekonomi Indonesia tidak akan jatuh terlalu dalam dan angka penyebaran virus corona juga tidak semakin parah. Hal ini bahkan sudah dibuktikan dengan penerapan new normal di sejumlah negara.

"Langkah langkah new normal hampir semua langkah-langkah di negara berhasil. Ada beberapa hal yang barangkali perlu diingat," ucap Edimon.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini