PNS Mau Dapat Penghasilan Tambahan? Yuk Coba Usaha Sampingan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 320 2228056 pns-mau-dapat-penghasilan-tambahan-yuk-coba-usaha-sampingan-jvv2VySrgv.jpg Inspirasi Bisnis (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Penghasilan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) memang cukup menggiurkan. Namun, jika pengeluaran lebih besar maka kantong ASN juga bisa jebol.

Untuk mengatasi hal tersebut, ASN bisa membuka usaha sampingan atau berwirausaha. Apalagi saat ini banyak fasilitas yang bisa dinikmati oleh ASN untuk membuka usaha.

Adanya bisnis sampingan ini juga bukan hanya menguntungkan para ASN dari sisi tambahan. Selain itu, pembukaan wirausaha ini juga bisa menjadi jaminan hari tua ketika pensiun nanti.

Baca juga: Bermula dari Ejekan, Remaja 16 Tahun Ini Sukses Gunakan Instagram untuk Berbisnis

Direktur Utama TASPEN A.N.S Kosasih mengatakan, berdasarkan survey Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 93% pekerja formal belum mempunyai rencana buat pensiun. Sementara sisanya harus bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhannya.

"Penelitian harvard , hanya 5% yang tidak memerlukan nafkah, 95% yang memerlukan itu. Mereka berakhir kesengsaraan hari tua," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (10/6/2020).

Baca juga: Menjanjikan, Budidaya Lalat Tambah Penghasilan Jutaan Rupiah di Tengah Covid-19

Mengenai dananya, Aparatur Sipil Negara (ASN) ada tabungan pensiun (Taspen) yang bisa digunakan. Apalagi, pemerintah bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng PT Taspen (Persero) untuk mendukung sekaligus meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pensiunan dengan mengembangkan program Wirausaha Pintar melalui Kios Warga.

Saat ini saja peserta TASPEN saat ini terdiri dari Peserta Aktif 4.049.713 orang dan Penerima Pensiun 2.755.101 orang dan setelah pensiun. Rata-rata para peserta TASPEN akan berkurang pendapatannya dibandingkan dengan yang mereka dapatkan pada saat masih aktif bekerja.

hemat

Sebagai “second career” setelah pensiun dan mempersiapkan aktivitas yang produktif di masa pensiun, Kios Warga hadir untuk ASN yang dimotivasi untuk menjadi entrepreneur dan membuka usaha sehingga mereka dapat mandiri secara finansial, serta mengurangi risiko penurunan kesehatan dan mental karena mereka tetap produktif di hari tua.

Namun, program ini tak hanya dikhususkan untuk pensiunan ASN saja. Tapi bagi ASN yang masih aktif pun tetap bisa mengakses untuk modal usaha.

"Seluruh pemkab, Pemprov isinya ASN semua dan termasuk Kemenkop digerakan ASN. Ini bisa kita mulai sejak ASN aktif. Gimana caranya mesti berkarya. Salah satunya dengan kios warga. Dengan sentuhan teknologi," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan masa pandemi ini mengubah pola konsumsi masyarakat dari offline menuju online. Pemenuhan kebutuhan yang awalnya dapat dilakukan dengan cara konvensional, mulai bergeser menuju digital. Menurutnya, kios atau warung dapat melakukan adaptasi turut berevolusi menjadi warung modern.

“Kios atau warung merupakan satu gerakan ekonomi kerakyatan yang sering kita jumpai di area pemukiman dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. Karena itu, Kios Warga ini diharapkan dapat sebagai salah satu solusi khususnya kesulitan untuk mendapatkan pasokan barang-barang yang akan dijual di warung dan naiknya harga barang-barang tersebut,” ucapnya

Modernisasi warung atau kios ini merupakan upaya untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi di Indonesia secara digital. Kios retail yang modern dan berbasis digital melalui pemanfaatan teknologi, akan membantu penerapan sistem inventori, pemesanan secara online, pembayaran digital dan pengaturan lay out produk yang menarik dan bersih.

“Saat ini, pemerintah gencar mendorong produk-produk KUMKM melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia, kios atau warung diharapkan menjadi bagian dari gerakan program tersebut dengan menyediakan ruang bagi penjualan produk-produk KUMKM,” kata Menteri Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini