Lockdown Dibuka, Apa saja yang Dicari Warga Inggris di Pertokoan?

Minggu 21 Juni 2020 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 320 2233777 lockdown-dibuka-apa-saja-yang-dicari-warga-inggris-di-pertokoan-2I2sm5qz0f.jpg Ritel (reuters)

JAKARTA - Pertokoan di Inggris sudah mulai dibuka sejak tanggal 15 Juni 2020. Di mana, toko-toko tersebut yang menjual barang non-esensial.

Banyak pembeli yang antre di berbagai pertokoan di Inggris. Sejumlah pembeli membeli barang yang sudah ditunda berbulan-bulan, seperti pakaian untuk bayi dan keperluan lain. Adapula yang sekedar mencari barang diskon.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Senin (21/6/2020), berikut barang-barang yang diincar para pelanggan Inggris saat pertokoan dibuka:

 Baca juga: Dihajar Bertubi-tubi, Ekonomi Inggris Diprediksi Terpuruk Tahun Ini

1. Berbagai Macam Tas

Seorang pelanggan bernama Paul Sabato (56), membeli banyak tas untuk istrinya. Hal ini dikarenakan istrinya suka membeli tasi di TK Maxx.

"Kami datang hari ini karena itu adalah hari pertama. Setelah tiga bulan ditutup - kami tahu akan ada diskon dan ternyata benar," ujarnya.

Sabato dan istrinya Jennifer Sabato, 44, memiliki rencana untuk kembali.

"Kami juga membeli beberapa sepatu dan kacamata hitam. Kami menghabiskan £ 570 (Rp 9,9 juta), tetapi ini akan bernilai lebih dari 1.000 poundsterling (Rp 17,5 juta), biasanya. Kami akan menaruh tas-tas ini di rumah lalu kembali dan melihat diskon apa yang ada di Zara," ujarnya.

 Baca juga: 856.000 Warga Inggris Minta Tunjangan Pengangguran

2. Pakaian untuk Pekerjaan Baru

Arlene Dela Pena (53) mengatakan datang ke pertokoan karena membeli pakaian baru untuk putrinya. Hal ini dikarenakan putrinya akan memulai pekerjaan baru.

"Saya tidak khawatir tentang virus karena saya bekerja di rumah sakit dan selama saya mengenakan masker dan membersihkan tangan saya dan menjaga jarak, maka saya pikir itu akan aman," ujarnya.

3. Gaun Murah

Sophie Quantick pergi kepertokoan untuk membeli pakaian. Apalagi ada beberapa penawaran diskon.

"Aku mendapatkan gaun ini seharga £20 (Rp 350,000). Kami datang jam 9.30. Saat kami sampai di Zara, sudah ada antrian. Ini seperti taman hiburan, harus memiliki strategi," ujarnya.

"Kami ingin memakai makeup dan menjadi normal kembali dan memiliki pengalaman berbelanja yang normal, meskipun kami telah membeli secara online selama lockdown," kata Bryony Martin, 29. "Kami memiliki pola pikir rollercoaster - toko apa yang terbaik? Pergi ke sana dulu," tambahnya.

 Baca juga: Ekonomi Inggris 2020 Akan Merosot Lebih Dalam Dibandingkan Krisis 2008

4. Bantal untuk di rumah baru

Ahmed Khan, 33, ditemani oleh istri Zainab, 28, dan bayi Mirha mengatakan, ingin membeli barang-barang rumah seperti bantal-bantal ini.

"Kami pindah ke rumah baru kami pada bulan Januari, lalu kami pergi ke Pakistan untuk pernikahan saudara lelaki saya dan ketika kami kembali pada bulan April semua toko tutup.

"Kami datang hari ini karena ini adalah hari pertama toko-toko buka. Kami mengharapkan diskon dan memang ada. Kami bisa membeli secara online tapi itu bukan pengalaman yang sama," ujarnya.

5. Pakaian musim panas untuk anak-anak

"Kami datang untuk membeli pakaian musim panas untuk anak-anak. Kami pergi ke Primark dulu tetapi antriannya panjang sekali sehingga kami pergi ke H&M," kata Erika Stara, 41, yang berdiri di samping anak-anaknya, Rebecca dan Marco.

"Saya ingin datang hari ini karena ingin keluar dan melihat orang-orang, dan menjalani terapi ritel."

"Antrian dan jarak sosial member kesan yang berbeda di sini," tambah Rebecca, 12.

 Baca juga: Ekonomi Inggris 2020 Akan Merosot Lebih Dalam Dibandingkan Krisis 2008

6. Pakaian tidur dan pakaian bayi

"Saya membeli pakaian tidur dan pakaian bayi karena Primark buka. Saya hamil dan saya sudah menunggu untuk membeli barang-barang bayi," kata Shantel Brown, 35.

"Semua orang menjaga jarak. Penyanitasi tersedia di pintu masuk. Selama kita memakai masker, kita baik-baik saja," ujarnya.

"Saya membeli atasan, celana pendek dan pakaian musim panas. Saya datang karena ibu memaksa saya," tambah putrinya Tee, 16.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini