Restrukturisasi Kredit Perbankan Bisa Tembus Rp1.352 Triliun Gara-Gara Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 320 2234284 restrukturisasi-kredit-perbankan-bisa-tembus-rp1-352-triliun-gara-gara-covid-19-0CNyefuflP.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Otoritas Jasa keuangan (OJK) memprediksi nilai restrukturisasi kredit perbankan akibat pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp1.352 triliun dengan debitur yang mencapai 15,29 juta nasabah. Angka itu terus naik dari perkiraan OJK yang sebelumnya di angka outstanding Rp1.308,1 triliun dari 15,2 juta debitur.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso perbankan nasional masih kuat menahan beban restrukturisasi tersebut hingga berakhir pada Maret 2021 mendatang.

Baca Juga: Kredit Macet Bank Tinggi akibat Perusahaan Tekstil Telat Bayar

"Jadi, dari segi likuiditas dapat kami sampaikan, secara umum likuiditas cukup secara market," ujar dia pada rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

OJK juga mencatat hingga 15 Juni 2020 program restrukturisasi telah menjangkau lebih dari 6,27 juta debitur dengan nilai outstanding restrukturisasi kredit hingga Rp655,85 triliun khusus untuk nasabah perbankan.

Baca Juga: Anggaran Rp34 Triliun, Petani-Nelayan Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kredit

"Dari jumlah tersebut outstanding untuk UMKM sudah mencapai Rp298,86 triliun itu sebesar 5,17 juta debitur sedangkan non UMKM sudah mencapai Rp356,98 triliun untuk 1,1 juta debitur," ungkap dia.

Sementara itu, lanjut dia untuk restrukturisasi di perusahaan pembiayaan OJK mencatat outstanding restrukturisasi sudah mencapai Rp121,92 triliun dengan 3,4 juta nasabah hingga 16 Juni 2020.

"Saat ini sebanyak 507 kontrak nasabah perusahaan pembiayaan juga masih menunggu persetujuan untuk direstrukturisasi. Ke depannya kami berharap program ini dapat mendorong permintaan kredit di masyarakat," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini