389.546 Wajib Pajak Minta Insentif, Terbanyak Sektor Perdagangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 20 2236331 389-546-wajib-pajak-minta-insentif-terbanyak-sektor-perdagangan-PoYXyDLwk2.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mencatat sebanyak 389.546 wajib pajak yang menagihkan insentif fiskal untuk menghadapi dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Ihsan Priyawibawa dari jumlah jumlah itu, 93% tercatat telah disetujui untuk bisa memanfaatkan insentif fiskal tersebut, baik berupa pengurangan maupun tidak dipungutnya pajak mereka.

Baca Juga: Pertama Kali, Penerimaan Perpajakan Diprediksi Minus 9,2% di 2020 

"Itu setara 360.818 wajib pajak dari berbagai sektor usaha. Lalu yang ditolak antara lain disebabkan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU), atau sektor usahanya tidak memenuhi kriteria PMK atau dia belum sampaikan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan 2018," ujar dia pada telekonferensi, Kamis (25/6/2020).

Kemudian, lanjut dia dari jumlah tersebut, mayoritas wajib pajak yang memanfaatkan insentif fiskal rileksasi pengenaan pajak berasal dari sektor perdagangan yakni mencapai 190.230, diikuti sektor industri sebanyak 49.378 wajib pajak.

Baca Juga: New Normal, Sri Mulyani Cari Pajak Baru 

"Sementara itu, yang berasal dari sektor Jasa Perusahaan seperti Jasa Hukum, Jasa Akuntansi dan Periklanan mencapai 21.153 wajib pajak," ungkap dia.

Sedangkan, lanjut dia yang berasal dari jasa lainnya mencapai 19.267 dan akomodasi maupun makan serta minuman sebanyak 14.797.

"Jadi sektor usaha perdagangan yang paling banyak insentif fiskal Covid-19 itu 53%, industri pengolahan 14% sisanya jasa lainnya, akomodasi dan makanan minuman," pungkas dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini