Fakta Proyek Food Estate, RI Miliki Lumbung Pangan Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 320 2237248 fakta-proyek-food-estate-ri-miliki-lumbung-pangan-baru-aZ170ZCKEp.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa program food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi lumbung pangan.

Dengan program ini, Mentan berharap produksi pertanian meningkat drastis sehingga mampu menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor serta menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata.

Food estate merupakan proyek klaster untuk pengembangan sayuran, buah-buahan dan aneka tanaman pangan sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Bahkan, Pemerintah juga akan membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian seperti embung dan irigasi.

Baca Juga: Proyek Food Estate, Wamen BUMN Tunjuk RNI Garap Sawah Baru di Kalteng

Berikut adalah fakta proyek lumbung pangan baru yang dirangkum Okezone:

1. Luasnya 164 Ribu Ha

Menurut Mentan, konsep pengembangan food estate meliputi diversifikasi pangan yang digarap di area 164 ribu hektare. Diharapkan, cara-cara ini bisa membantu Provinsi terdekatnya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

“Harus dipahami, kalau mau tanam hanya untuk kepentingan beras saja, banyak sekali di wilayah lain. Tapi pertanian yang ingin dibuat kali ini tidak pernah ada di Indonesia. Jadi tolong Pak Gubernur, Pangdam, DPRD, kita bersama-sama, Pak Danrem, Pak Kapolda, Kabinda, dan Kejaksaan Tinggi kita bersama-sama bangun dan kembangkan food estate ini,” katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tak Ada Pemotongan Anggaran di Sektor Pertanian

2. Anggaran Rp1,9 Triliun

Proyek ini dikerjakan secara bertahap mulai dari tahun 2020-2022 dengan rincian 2020 seluas 1.210 hektare senilai Rp73 miliar, pada 2021 seluas 33.335 hektare senilai Rp484,3 miliar, dan tahun 2022 seluas 22.655 senilai Rp497,2 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kegiatan rehabilitasi irigasi pada Tahun Anggaran 2020 meliputi 4 kegiatan fisik yakni rehabilitasi seluas 1.210 hektare dengan anggaran Rp26 miliar dan 2 kegiatan perencanaan seluas 164.595 hektare dengan anggaran Rp47 miliar.

3. Proyek Digarap BUMN

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebut, proyek food estate dikomandoi langsung oleh Kementerian Pertanian. Sedangkan Kementerian BUMN bersama RNI ikut mendukung rencana program tersebut agar berhasil dan memberikan manfaat bagi peningkatan ketahanan pangan.

"Jadi kita di sini yang mengerjakan RNI. Kita ikut di belakangnya Kementan yang mengkoordinasikan pupuk dan bibit. Sementara off taker atau penyerap hasil panen ada Bulog," ujar dia usai mengikuti Rakor Pangan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (23/6/2020).

4. Bekas Lahan Gambut

Basuki Hadimuljono menerangkan, Presiden Jokowi telah memutuskan lokasi food estate dari tiga tempat yang diajukan, seperti Merauke, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Dari ketiga lokasi tersebut, lokasi lumbung pangan baru dikembangkan di Kalimantan Tengah.

"Ini merupakan lahan potensial kawasan aluvial pada lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng. Di pinggir Sungai Barito itu ada lahan 105 ribu hektar (ha). Jadi di sana ada 165 ribu hektare," terang Basuki kepada Anggota Komisi V DPR, Rabu (24/6/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini