9 Hal yang Perlu Dicermati saat Perdagangan IHSG Pekan Depan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 278 2237712 9-hal-yang-perlu-dicermati-saat-perdagangan-ihsg-pekan-depan-MlNnRFhi9m.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan akan dipengaruhi sembilan sentimen. Perdagangan besok juga menjadi perdagangan di sisa bulan Juni sebelum memasuki awal Juli 2020.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pada perdagangan pekan depan IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan suppot di level 4.821 sampai 4.712 dan resistance di level 4.977 sampai 5.018. Hans Kwee menyoroti potensi gagalnya kesepakatan fase 1 perang dagang Amerika Serikat dan China akan menjadi perhatian pasar.

Baca Juga: Menguat 'Malu-Malu', IHSG Ditutup Naik 0,15% di 4.904 

Berikut sembilan sentimen yang mungkin mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan seperti dikutip risetnya, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

1. Lonjakan kasus covid 19 di Amerika Serikat dan Jerman yang di ikuti lockdown membuat pasar kawatir. Jika terjadi lockdown kembali maka pasar akan menghadapi lebih banyak risiko pelemahan di jangka pendek.

2. Pelaku pasar merespon negatif kebijakan lockdown pada sektor bisnis di beberapa negara bagian di Amerika Serikat setelah terjadi lonjakan kasus infeksi covid 19. Kami berpendapata lockdown parsial di Negara bagian punya dampak lebih kecil ke ekonomi dibandingkan lockdown nasional yang dilakukan pada April Mei.

3. Data pengguran tidak sebaik yang di harapkan mengkonfirmasi prediksi kami sebelumnya bahwa pembukaan ekonomi tidak mengembalikan daya beli. Mendorong pengusaha melakukan PHK akibat lemahnya daya beli. Pasar perlu konfirmasi kenaikan daya beli dan perbaikan data ekonomi sesudah pembukaan ekonomi.

Baca Juga: Cuma Naik 6 Poin, IHSG Sesi I Parkir di 4.903 

4. Proyeksi IMF yang lebih jelek dari proyeksi sebelumnya menunjukan kedepan dunia memasuki periode resesi. Perlu lebih banyak stimulus untuk mendorong ekonomi.

5. Potensi perang dagang meningkat setelah para pejabat Cina memperingatkan bahwa "campur tangan" Amerika Serikat di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang pertanian AS. Kami melihat ini merupakan strategi tawar menawar antar Negara untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Tetapi berita ini negative bagi pasar keuangan dunia.

6. Pasar menanti stimulus besar-besaran dari Uni Eropa yang diperkirakan di sepakati bulan Juli.

7. International Monetary Fund (IMF) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi -0,3 % dari dari sebelumnya 0,5%. Dampak covid 19 membuat proyeksi Ekonomi Indonesia menurun tetapi jauh lebih baik dari Negara-negara lain di dunia.

8. Pemerintah akan menempatkan dana sebesar Rp 30 tn di bank himpunan milik negara (Himbara) yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Ini merupakan sentiment positif karena memperkuat perbankan nasional.

9. Pasar di awal pekan akan di warnai kekawatiran lonjakan kasus covid 19 yang telah mendorong potensi lockdown di beberapa Negara bagian Amerika Serikat. Peningkatan kasus di Jerman juga menjadi sentimen negatif pasar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini