Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antisipasi Membeludaknya Turis, 2.750 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Homestay

Antisipasi Membeludaknya Turis, 2.750 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi <i>Homestay</i>
Rumah Tak Layak Huni (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dana Rp429,23 miliar untuk membedah 2.750 rumah tak layak huni menjadi homestay atau penginapan. Program sarana hunian pariwisata (sarhunta) itu digelar guna menggenjot kunjungan wisawatan di Tanah Air.

Baca Juga: New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Bidang ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pascapandemi.

"Kami akan berupaya untuk mengubah wajah rumah-rumah di daerah KSPN agar mampu menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk datang melalui program sarhunta ini," kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata New Normal, Berapa Dana Anggarannya? 

Khalawi menjelaskan program pembangunan rumah swadaya tersebut bukan berupa spot-spot tapi harus berkelompok dan mampu mengubah wajah gerbang masuk KSPN di Indonesia.

Total rumah yang menjadi target program sarhunta berada di KSPN Danau Toba (1.000 unit), Borobudur (350 unit), Mandalika (500 unit), Labuan Bajo (600 unit), dan Likupang (300 unit).

"Kami targetkan pembangunan homestay dapat selesai tahun ini dan melaksanakan pembangunan rumah swadaya dengan mengikuti protokol kesehatan," ujar Khalawi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement