Cari Partner Buat Kelola Blok Migas, Pertamina Akan Bagi Jadi 4 Klaster

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 320 2238429 cari-partner-buat-kelola-blok-migas-pertamina-akan-bagi-jadi-4-klaster-4IODMvEEpw.jpg Kilang (Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencoba mencari skema pendaan kemitraan untuk mengembangkan bisnis hulunya. Mengingat, pengembangan bisnis hulu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, khusus bisnis hulu sudah dipastikan ada blok yang akan dikelola dengan bekerja sama dengan mitra. Apalagi perseroan juga sudah membagi pengelolaan blok migas ke dalam empat kluster.

 Baca juga: Lagi Rapat, Wakil Ketua Komisi VII Umumkan 10 Orang Positif Covid-19 di DPR

"Contoh di wilayah kerja (WK) melepas hak kepemilikan (partisipasi) Pertamina ke pihak lain," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI, Senin (29/6/2020).

Menurut Nicke, keempat kluster ini nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan WK mna yang akan dikerjasamakan. Hal ini juga bisa membantu perseroan agar pengelolaan WK bisa lebih produktif.

"Kita sudah klaster dari wk yg dimiliki yang produktif hanya 20%, 80% belum optimal, lebih baik mana value. Kita Investasi atau Participating Interest (PI) kita lepas," jelasnya.

 Baca juga: Belanja Modal Tembus Rp1.826 Triliun, Bos Pertamina Bahas IPO

Nicke menambahkan, namun perseroan akan berhati-hati dalam menentukan WK mana yang akan dikerjasamakan. Sebab jika memaksakan untuk berinvestasi di blok -blok yang belum optimal dipastikan akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Untuk itu manajemen memutuskan untuk melakukan pelepasan PI di beberapa blok yang dikelola untuk bisa dikelola bersama mitra usaha nantinya. Saat ini perseroan sedang merumuskan skema klusterisasi tersebut.

"Kita ada keterbatasan (dana), ini sedang kita rumuskan, kita klaster empat kelompok," kata Nicke.

Adapun empat klaster yang dibagi oleh Pertamina adalah berdasarkan kondisi ratio to production atau berdasarksn kondisi cadangannya dan yang bisa diproduksikan hingga beberapa waktu ke depan atau umur produksin suatu blok migas. Klaster 1 adalah yang umur produksinya diatas 10 tahun. Klaster kedua adalah umur produksi antara 5 hingga 10 tahum ke depan.

 Baca juga: Waduh, Total Utang Pemerintah ke Pertamina Tembus Rp96,5 Triliun

Kemudian klaster 3 bisa dikerjasamakan dari sisi skala menengah. Serta ada klaster 4 yang ternyata tidak memenuhi sebagian syarat untuk terus dikelola oleh Pertamina.

Menurut Nicke blok-blok yang termasuk dalam klaster 4 ini nantinya akan menjadi prioritas untuk dicarikan mitra pengelola. Sebab dirinya menyebut kelompok ini lah yang dianggap kurang cocok dengan perseroan.

"Klaster 4, yang ngga cocok dengan Pertamina," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini