Inalum Dapat 20% Saham Vale dengan Harga Murah

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 20:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 278 2239121 inalum-dapat-20-saham-vale-dengan-harga-murah-apa-rahasianya-isyzfVfD6q.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID buka-bukaan tentang proses akusisi 20% dari saham PT Vale Indonesia Tbk. Mengingat akuisisi 20% saham PT Vale Indonesia ini disebut sebagai langkah baik meskipun hanya divestasi saham minoritas.

Namun yang menjadi keuntungan adalah Inalum mendapatkan 20% saham ini dengan harga murah. Dengan hanya sebesar Rp5,5 triliun saja, induk holding BUMN tambang tersebut sudah mendapatkan 20% saham Vale.

 Baca juga: Setoran Pajak dan PNBP dari Inalum Berkurang 50% Tahun Ini

Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak mengatakan, semula memang perseroan menyiapkan dana sebesar Rp7,5 triliun untuk bisa mencaplok 20% saham PT Vale Indonesia. Namun dengan perkembangan pasar saham dan turun terusnya harga saham emiten tersebut, induk holding BUMN tambang tersebut melakukan negosiasi ulang.

Hasilnya pun cukup berhasil karena perseroan berhasil mendapatkan saham Vale dengan harga murah. Mengingat, Inalum Hanya merogoh kocek USD500 saja untuk mendapatkan 2 miliar saham PT Vale Indonesia.

 Baca juga: Panas, Bos Inalum Kehabisan Akal Ladeni Anggota DPR soal Pembelian Saham Freeport

“Setelah negosiasi dengan Vale, dana yang diperlukan itu tidak sampai Rp7,5 triliun, tapi hanya Rp5,5 triliun. Jjadi hasilnya di bawah USD500 juta, kami beli 2 miliar saham dengan harga Rp2.870,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (30/6/2020).

Adapun pembiayaan yang digunakan adalah dengan cara penerbitan surat utang atau obligasi global (global Bond) sebesar USD2,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk refinancing obligasi sbelumnya dan juga untuk modal mencaplok 20% saham Vale.

 Baca juga: Perkuat Industri Pertambangan, Inalum Akuisisi 20% Saham Vale Indonesia

“Kami tidak dapat Penyertaan Modal Negara (PMN), jadi kami pinjam di pihak ketiga,” kata Orias.

Dia menjelaskan bahwa perseroan memperkirakan investasi lewat akuisisi itu akan mulai memberikan imbal balik secara utuh dalam 6 hingga 7 tahun ke depan. Namun, perseroan meyakini dalam waktu 3 hingga 4 tahun ke depan, investasi ini sudah dapat menghasilkan keuntungan kepada perseroan.

“Kalau tidak meminjam dikatakan neracanya malas atau tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan pinjam dengan bunga 5 persen sampai 6% kami bisa hasilkan proyek yang lebih dari itu, tapi memang butuh kesabaran,” kata Orias.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini