Selama Pandemi, BPKN 'Banjir' Aduan Soal E-Commerce

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 12:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2238735 selama-pandemi-bpkn-banjir-aduan-soal-e-commerce-iY7eobv4H2.jpg Industri E-Commerce (Foto: Reuters)

JAKARTA – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman menyebut, selama pandemi virus corona atau covid-19 melanda wilayah Indonesia pihaknya kerap menerima laporan soal aduan konsumen yang berasal dari e-commerce. Namun, dia tak merinci total berapa aduan yang diterima BPKN.

“Belakangan di masa pandemi ini persoalan di bidang e-commerce. Jadi banyak hal yang harus diperbaiki,” kata Ardiansyah dalam Talk to iNews on Webinar bertajuk “Perlindungan Konsumen di Tengah Pandemi” Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Hand Sanitizer, Paling Banyak Dicari di E-Commerce

Dia menjelaskan, selama kurun waktu dari Januari hingga Juni 2020, pihaknya telah aduan sebanyak 600 laporan. Jenis-jenis aduannya itu beragam, dari yang mulai pembelian secara daring maupun luring.

“Sampai bulan Juni ini kurang lebih 600-an laporan. Kami ingin menyelesaikan persoalan strukturalnya,” ujarnya.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Transaksi Pembelian E-Commerce Tak Ada Tatap Muka

Menurut dia, banyak regulasi yang harus diperbaiki agar konsumen terlindungi dari para pelaku usaha yang nakal. Pihaknya akan memberikan imbauan ke pemerintah untuk segera merevisi aturan dalam melindungi konsumen dalam setiap transaksi.

“Yang lebih penting adalah pengawasan. Bila pengawasan tidak cukup maka akan terjadi pelanggaran. Tanggung jawab perlindungan konsumen adalah pemerintah,” kata dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini