Efisiensi, Inalum Buka Opsi Rumahkan Karyawan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 19:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2239058 efisiensi-inalum-buka-opsi-rumahkan-karyawan-stRDYAo8zJ.jpg Tambang (Okezone)

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID buka bukaan tentang dampak pandemi virus Corona pada bisnisnya. Apalagi disaat yang sama harga dan permintaan pada komoditas tambang mengalami penurunan.

Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak mengatakan pandemi Corona berdampak pada bisnis perusahaan lantaran harga dan permintaan komoditas menurun. Perusahaan kemudian melakukan stress test dan mengambil langkah untuk efisiensi dan penjadwalan proyek-proyek, baik induk maupun anak usaha.

 Baca juga: Puncak Debat soal Utang, Anggota Komisi VII Usir Bos Inalum dari Rapat

Namun, dirinya menyebut belum melakukan efesiensi pada karyawan. Sebab dirinya menyebut langkah efesiensi pada karyawan menjadi pilihan terakhir.

"Untuk efisiensi kami melakukan efisiensi tapi belum menyentuh yang secara langsung karyawan karena kami melihat yang berdampak kepada karyawan pilihan terakhir untuk efisiensi," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (30/6/2020).

 Baca juga: Perkuat Industri Pertambangan, Inalum Akuisisi 20% Saham Vale Indonesia

Orias menambahkan, pihaknya masih akan melihat perkembangan dari pandemi ini. Pihaknya akan mengambil keputusan pada bulan depan apakah akan melakukan efisiensi atau tidak pada karyawannya.

Keputusan tersebut akan melihat beberapa aspek. Misalnya adalah bagaimana dampak kepada bisnis perusahaan, dan apa saja yang bisa dilakukan efisiensi untuk menutupi dampak pandemi pada keuangan perusahaan.

 Baca juga: Bos Inalum Buka-bukaan soal Divestasi 20% Saham Vale

"Terkait karyawan kami akan melihat hasil dari kuartal kedua Juni bagaimana Covid-19 nya, bisnis ke depan seperti apa, demand dan harga seperti apa. Nanti di akhir Juli kami akan mengadakan rapat lengkap seluruh direksi dan komisaris dari MIND ID kami akan evaluasi dampak Covid ini apakah mengambil langkah efisiensi lebih lanjut yang mungkin menyentuh karyawan," jelasnya.

Orias menambahkan, ada beberapa langkah efisiensi yang dilakukan perseroan pada karyawannya. Misalnya saja pemotongan gaji atau Tunjungan hingga merumahkan karyawannya.

"Seadainya harus ke sana pilihan-pilihan sudah kami siapkan, pertama penjadwalan shifting kerja, akan menyentuh tunjang-tunjangan dulu, baru kemungkinan ada pemotongan gaji, sampai kepada dirumahkan tapi langkah yang masih sangat jauh, mungkin akan kejadian 2-3 tahun lagi," kata Orias.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini