Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Kelayakan 3 Calon Deputi Gubernur BI Digelar, 5 Menit yang Menentukan

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |11:01 WIB
Uji Kelayakan 3 Calon Deputi Gubernur BI Digelar, 5 Menit yang Menentukan
Calon Deputi Gubernur BI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia pada hari ini dan esok hari.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan tiga calon tersebut antara lain Aida S. Budiman, Doni Primanto Joewono, dan Juda Agung.

Ketiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR RI sebagai calon pengganti Erwin Rijanto yang telah berakhir jabatannya pada bulan Juni 2020.

Baca Juga: Kabar Baik, Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD131,7 Miliar pada Juni 2020 

Saat ini, Juda Agung menjabat sebagai Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makrorudensial, Aida S. Budiman menjabat sebagai Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, dan Doni P. Joewono menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia.

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto mengatakan, setiap anggota akan diperbolehkan menanyakan calon Deputi Gubernur BI dengan diberi waktu hanya 5 menit di setiap pertanyannya.

"Hari ini jadwal fit and proper test Deputi Gubernur BI pengganti Erwin Rijanto dan setiap anggota boleh bertanya tapi hanya diberi waktu 5 menit setelah pertanyaan baru nanti kita putuskan,"ujar Dito di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Tunggu Cair, Ini Besaran Gaji ke-13 PNS 

Sementara itu, saat ini paparan awal adalah Juda Agung yang mana sebelumnya menjabat Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial. Pada Januari 2020, dia dilantik sebagai Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial.

Dalam paparannya, Juda mengatakan paparan keadaan dan tantangan ekonomi di tahun 2020. Hal ini dikarenakan adanya pandemi virus corona (Covid-19) yang merubah proyeksi ekonomi dan stabilikasi keuangan domestik.

"Kita ketahui dan sangat berat dan tidak terduga dan penyebaran covid 19 ini sosial ekonomi yang belum kita fikirkan sebelumnya beberapa langkah dalam mengantipasi volatilitas dan anjloknya pasar keuangan," jelasnya. 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement