Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Milenial Jangan Malas Menabung, Sisihkan 10% dari Gaji

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2020 |14:54 WIB
Milenial Jangan Malas Menabung, Sisihkan 10% dari Gaji
Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Memiliki penghasilan yang stabil dan tidak boros tentu menjadi keinginan setiap orang. Namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bagaimana cara agar uang dari gaji atau penghasilannya tidak jebol. Apalagi generasi milenial gemar membeli barang-barang yang sedang tren.

Salah satu yang paling penting adalah, seseorang harus mulai membuat perencanaan keuangan. Dengan membuat perencanaan keuangan, maka kamu bisa mengatur pos pengeluaran untuk kebutuhan dan juga mana yang nantinya akan bisa digunakan untuk sesuatu yang berguna di masa depan seperti menabung.

Baca Juga: Keuangan Mepet untuk Bayar Sekolah, Lebih Baik Pakai Dana Darurat

Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, ada beberapa metode dalam mengatur keuangan. Namun bagi dirinya, metode yang diterapkan bisa sedikit lebih fleksibel dalam pengalokasian anggaran.

Untuk kebutuhan sehari-hari, alokasi anggarannya adalah 55% dari penghasilan kita. Artinya jika penghasilan per bulannya adalah Rp4 juta, maka dana yang harusnya dialokasikan adalah sebesar Rp2,2 juta setiap bulannya.

Baca Juga: Biaya Pendidikan Anak Makin Mahal, Investasinya Harus Dimulai Kapan?

Sedangkan bagi yang sudah menikah, penghasilan suami dan istri harus ditotalkan jika penghasilan suami Rp10 juta per bulan dan istri Rp5 juta per bulan, maka alokasi anggaran untuk kebutuhan sehari-harinya adalah Rp8,25 juta setiap bulan.

Alokasi anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari mulai kebutuhan makan, bayar cicilan sehari hari hingga uang jajan masuk ke dalamnya.

Baca Juga: Dear Parents, Siapkan Tabungan untuk Uang Pangkal Sekolah agar Tak Kedodoran

"Idealnya sih 55% dari total penghasilan. Itu meliputi kebutuhan bayar cicilan sehari-hari misalnya kita punya cicilan ya. Uang sekolahnya anak masuk, uang jajan anak situ masuk ke situ semua," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/7/2020).

Andy menambahkan, untuk kebutuhan senang-senang atau lifestyle bisa dialokasikan anggaran sebesar 10% saja. Anggaran ini bisa digunakan untuk belanja ke mal, minum kopi di kafe hingga untuk nonton bioskop.

"Perkara itu mau dihabiskan sekali masuk ke mal atau berkali-kali ya terserah aja diatur saja. Budgeting seperti itu. Oh saya punya anggaran sekian, punya budgetnya sekian nih," jelasnya.

Artinya jika suami istri ditotal memiliki penghasilan Rp15 juta per bulan, maka alokasi lifestylenya hanya Rp1,5 juta saja. Sedangkan bagi yang masih lajang dan memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan, maka alokasi anggarannya sebesar Rp400.000 saja.

Kemudian selanjutnya adalah untuk investasi sebesar 20%. Investasi bisa ditempatkan di deposito, reksa dana, saham ataupun membeli emas.

Lalu 10% lagi bisa digunakan untuk tabungan atau investasi. Dan 5% sisanya digunakan untuk beramal baik itu berzakat, sedekah atau alokasi anggaran lainnya yang sifatnya untuk beramal

"Sementara kalau kita ke mal tujuannya untuk senang-senang perlu dialokasikan atau tidak perlu paling tidak cukup 10% saja dari kebutuhan kita. Jadi misalnya nih, penghasilan saya 5 juta berarti budget kita untuk me time ya sekitar 10% nya berarti sekitar Rp500.000," kata Andy.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement