30% Pekerjaan di Dunia Akan Digantikan Robot, Manusia Diminta Lakukan Ini

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246123 30-pekerjaan-di-dunia-akan-digantikan-robot-manusia-diminta-lakukan-ini-4cuuTIbbLg.jpg Robot Bisa Gantikan Manusia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memprediksi bahwa seiring berkembangnya teknologi dan transisi ke era industri 4.0, 30% pekerjaan di dunia akan digantikan oleh robot-robot yang bermesin canggih.

"Dengan adanya industri 4.0 ini akan berakibat pada 60% pekerjaan di dunia akan menggunakan otomasi. Dari 60% ini, sebesar 30% pekerjaan di dunia akan digantikan oleh mesin-mesin canggih," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Manusia Tak Bisa Digantikan oleh Robot, Ini Alasannya 

Kendati demikian, diprediksi pula bahwa akan muncul peluang 26 juta pekerjaan baru yang tercipta dengan bangkitnya perdagangan elektronik atau online pada 2022. Untuk menangkap peluang kerja tersebut, butuh persiapan seperti hard skill dan soft skill.

"Kita harus paham di sini ada dua hal penting yang diperlukan oleh sumber daya manusia (SDM), yaitu SDM yang skill-nya mempunyai kapasitas di bidang pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan keputusan, berorientasi pelayanan, negosiasi, berpikir cepat dan adaptif," kata Retno.

Baca Juga: Robot Bakal Gantikan Pekerjaan Manusia 50 Tahun Lagi

Lanjut dia mengatakan, untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang teknologi informasi dan matematika, arsitek, insinyur, dokter.

Peluang kerja di masa depan yang dapat ditangkap dengan kemampuan di atas adalah pekerjaan yang berorientasi pada teknologi informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni, pengajar, konstruksi, dan manajer.

"Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya, di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0," kata Retno.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini