Ekspor Dibuka, Harga Benih Lobster Jadi Mahal

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246351 ekspor-dibuka-harga-benih-lobster-jadi-mahal-oX6zG3ex4t.jpg Lobster (Foto: Okezone)

JAKARTA - Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo) mengungkapkan bahwa ekspor benih lobster yang dilegalkan akan mematahkan semangat budidaya. Pasalnya, harga benih lobster menjadi mahal bagi para pelaku pembudidaya.

"Sebelum adanya diekspor hanya itu sekitar Rp2.000 sampai Rp4.000. Namun, setelah ekspor dibuka harga naik jadi Rp15.000 sampai Rp17.000. Harga benur yang mahal membuat pembudidaya nasional tak mampu bersaing dengan pembudidaya Vietnam dari segi harga," kata Ketua Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo), Effendy Wong dalam diskusi daring, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: 26 Perusahaan Dapat Izin Ekspor Benih Lobster 

Effendi menjelaskan, saat ini para eksportir tengah bersaing menangkap lobster tanpa batas. Alhasil, para pembudidaya diprediksi akan kembali jadi penangkap benih lobster.

"Jika kondisinya begini budidaya di Indonesia tak kunjung membaik. Saya lihat ekspor benur tanpa batas, dampaknya membentuk model pemanfaatan benur untuk budidaya terus terang saya agak pesimistis," papar Effendy.

Baca Juga: Ekspor Benih Lobster Harus Bisa Untungkan Nelayan dan Negara 

Dia menambahkan, untuk menyejahterakan budidaya lobster di Indonesia, pemerintah harus mengatur dan menjamin ketersediaan pasar. Pasalnya, secara geografis, jika menyasar pasar China, biaya perjalanan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan Vietnam.

"Saya rasa Indonesia di Asia yang termahal. Ini akan membuat daya saing kita dengan Vietnam rendah," katanya.(dni)

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini