Aliran Modal Asing Deras, Rupiah Perkasa di Kuartal II-2020

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 278 2247432 aliran-modal-asing-deras-rupiah-perkasa-di-kuartal-ii-2020-R7lxjQC18m.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan Fundamentalnya. Bahkan, mengalami apresiasi pada kuartal II-2020.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Rupiah secara point to point pada kuartal II-2020 mengalami apresiasi 14,42%. Hal ini dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni.

 Baca juga: Rupiah Menguat Jelang Pengumuman BI Rate

"Meskipun, secara rata-rata (Rupiah) mencatat depresiasi 4,53% akibat level yang masih lemah pada April 2020," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Dirinya menjelaskan, di awal Juli 2020, Rupiah dan mata uang regional sedikit tertekan seiring ketidakpastian global. Termasuk akibat kembali meningkatnya risiko geopolitik AS-Tiongkok.

 Baca juga: Pagi Ini Rupiah Melemah 20 Poin Jadi Rp14.405/USD

"Hingga 15 Juli 2020, Rupiah terdepresiasi 2,28% baik secara point to point maupun secara rerata dibandingkan dengan level Juni 2020. Dibandingkan dengan level akhir 2019, lanjut Perry, Rupiah terdepresiasi 4,83% (ytd)," ujarnya.

Ke depan, dirinya mengatakan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah masih berpotensi menguat seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued. Hal ini didukung inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang kompetitif, dan premi risiko Indonesia yang mulai menurun.

"Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas dan memastikan bekerjanya mekanisme pasar," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini