Menanti Stimulus Fiskal Tambahan, Wall Street Bergerak Dua Arah

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 278 2248306 menanti-stimulus-fiskal-tambahan-wall-street-bergerak-dua-arah-HsgLbq8h6S.jpg Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir dua arah pada akhir perdagangan pekan ini. Meski demikian, indeks S&P 500 mencatat kenaikan lebih tinggi karena prospek stimulus fiskal akan lebih besar akibat kenaikan kasus Covid-19 yang bisa mengganggu kegiatan bisnis lebih lanjut.

S&P 500 naik 0,29% menjadi 3.224,75. Dow Jones Industrial Average turun 0,23% menjadi 26.672,36 poin, sementara Nasdaq Composite naik 0,28% menjadi 10.503,19.

Baca Juga: Data Tenaga Kerja Negatif, Wall Street Ditutup Lesu

Secara keseluruhan, pada minggu ini, S&P 500 dan Dow masing-masing naik 1,2% dan 2,3%. Sementara Nasdaq berakhir 1,1% lebih rendah di minggu ini karena investor menjual saham seperti Microsoft Corp dan Amazon dan pindah ke sektor siklus.

Kenaikan indeks S&P 500 karena langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dan peningkatan data ekonomi. Selain itu, investor juga mengharapkan lebih banyak dukungan fiskal karena adanya program tambahan pemberian tunjangan pengangguran yang akan berakhir pada 31 Juli.

Stimulus itu pun diharapkan dibahas dalam Kongres AS yang akan membahas RUU bantuan corona virus pada Senin mendatanh.

“Baik Partai Republik dan Demokrat memiliki insentif yang kuat untuk menyetujui stimulus pra-pemilihan lebih lanjut. Ini bukan masalah jika stimulus berlalu, tapi seperti apa ukuran dan isi paket stimulus nantinya," kata Wakil Presiden Senior UBS Private Wealth Management Andrea Bevis, dilansir dari Reuters, Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga: Mau Buka Usaha Studio Foto? Begini Hitungan Untung Ruginya

Sementara itu, utilitas S&P 500, real estat, dan indeks perusahaan kesehatan mencatat perolehan kenaikan saham terkuat pada sesi ini. Sedangkan layanan streaming video, Netflix jatuh 6,5% karena pertumbuhan pelanggan lebih lambat dari yang diperkirakan selama kuartal ketiga.

Pada perdagangan minggu depan, musim pendapatan kuartal kedua bergeser ke posisi teratas dengan laporan perusahaan besar seperti Microsoft, Tesla, Intel dan Verizon Communications. Hal ini menjadi perhatian karena pada tahun ini ada virus corona yang menjadi bencana bagi perusahaan-perusahaan AS. (feb)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini