Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masalah Bank Bukan Likuiditas tapi Crunch, Apa Itu?

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2020 |15:56 WIB
Masalah Bank Bukan Likuiditas tapi <i>Crunch</i>, Apa Itu?
Masalah Bank (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan persoalan perbankan saat ini bukanlah likuiditas, melainkan crunch di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, credit crunch yakni keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan. Apabila dipaksa memberikan kredit, kemungkinan akan berdampak pada kredit macet dan memunculkan masalah likuiditas pada 2021.

"Jadi persoalan yang dihadapi bank saat ini bukan isu likuiditas. Di mana likuiditas di bank itu baik. Maka itu upaya mendorong sektor perbankan seperti memberikan likuiditas mungkin tidak efektif," ujar dia dalam telekonferensi, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: Mantan Menkeu: Dulu Hemat Pangkal Kaya, Sekarang Belanja Pulihkan Ekonomi

Pihaknya juga meminta pemerintah dan bank berhati-hati pada tahun 2021. Pasalnya ada kebijakan restrukturisasi kredit saat pandemi Covid-19.

"Restrukturisasi ini membuat debitur mendapat keringanan dalam pembayaran kredit dan debitur dengan status kolektibilitas 1 dan kolektibilitas 2 dianggap lancar," ungkap dia.

Baca Juga: Menkeu Era SBY Sarankan BLT Ditambah Rp120 Triliun 

Namun, tutur dia, lancar atau tidaknya debitur akan benar-benar terlihat saat kebijakan restrukturisasi telah usai.

"Nanti OJK mengakhiri relaksasi, pada saat itu kita tahu adanya kredit macet atau tidak. Disitulah persoalan likuiditas, NPL, profitabilitas akan ada. Maka Kita harus siap-siap di 2021," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement