Saham Farmasi Lagi Dikelilingi Dewi Fortuna, Beli Lagi atau Jual Saja?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 278 2250347 saham-farmasi-lagi-dikelilingi-dewi-fortuna-beli-lagi-atau-jual-saja-7DE2I8o6w5.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Saham farmasi seperti PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sedang dikelilingi Dewi Fortuna. Mengingat saat ini saham-saham perusahaan farmasi sedang naik gila-gilaan.

Namun saat berinvestasi juga harus diperhatikan dengan benar. Jangan sampai niat untuk investasi mendapatkan cuan justru berakhir merugi karena saham perusahaan tersebut turun kembali.

Baca Juga: Kabar Baik! Cuma Modal Rp12,5 Juta Perusahaan Bisa Melantai di Bursa 

Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan saat investasi di saham farmasi harus diperhatikan berapa batas keuntungan yang ingin didapat. Idealnya, jika keuntungan sudah berada di angka 10% atau lebih hendaknya dijual.

Setelahnya investor bisa kembali membeli saham farmasi tersebut. Namun harus diperhatikan, aksi beli saham kamu dilakukan ketika posisi saham berada di angka yang rendah.

IHSG Ditutup Melemah 0,37 % 

“Kalau berapa persen keuntungan tergantung investor berapa persen targetnya. Tapi sekarang sih kalau sudah di atas 10% keuntungan sebaiknya melakukan transaksi jual minimal 10%,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/7/2020).

Menurut Edwin, bagi investor yang ingin membeli saham farmasi juga hendaknya melakukannya secara harian atau sifatnya jangka pendek. Karena keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar.

“Iya enggak apa-apa trading saja bisa nambah, menurut saya trading saja jangan simpen,” ucapnya.

Selain itu, saham farmasi juga diperkirakan pamornya akan kembali turun dalam beberapa minggu ke depan. Mengingat saat ini beli diketahui pula keampuhan dari vaksin corona yang kabarnya akan diproduksi massal pada tahun depan.

IHSG Ditutup Melemah 0,37 %

“Menurut saya sih mungkin saat ini sebetulnya sudah naik terlalu cepat sehingga kalau kita lihat secara valuasi sudah mahal sebetulnya. Tapi dengan adanya rencana pendistribusian tahun depan menurut saya sih mungkin paling seminggu lagi paling sudah selesai naik begitu tajam dan kita belum tahu bagaimana tingkat keberhasilan dari vaksin tersebut,” jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini