Share

Korsel Resesi, Ekspor hingga Investasi Babak Belur Dihantam Corona

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 20 2250788 korsel-resesi-ekspor-hingga-investasi-babak-belur-dihantam-corona-k0RouyEngP.jpg Korsel Alami Pertumbuhan Ekonomi Resesi pada Kuartal II-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mengalami resesi pada kuartal II-2020. Penyebabnya karena dampak virus corona sehingga aktivitas industri berhenti.

Ekonomi terbesar keempat di Asia ini menyusut 3,3% pada kuartal ke dua tahun ini. Atau menjadi kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998.

Ada beberapa sebab yang membuat ekonomi Korsel turun dratis karena Covid. Pertama, kinerja ekspor tahun ini menurun dratis atau berada pada level terburuk sejak 1963. Tercatat ekspor turun 16,6%.

Baca Juga: Korea Selatan Masuk Jurang Resesi, Susul Singapura

Kedua, investasi pada sektor konstruksi turun 1,3% dari dari kuartal pertama ke kuartal kedua. Kemudian investasi modal turun 2,9%.

Ketiga, output dari sektor manufaktur dan jasa juga mengalami penurun, masing-masing sebesar 9,0% dan 1,1%.

Menteri Keuangan Korsel Hong Nam-ki mengatakan, ekonomi negaranya kemungkinan akan pulih pada kuartal III-2020. "Mungkin bagi kita untuk melihat rebound pada kuartal ketiga, ketika pandemi melambat dan aktivitas produksi di luar negeri, sekolah dan rumah sakit berlanjut," kata Hong, dilansir dari CNBC, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Singapura Resesi, Ekonomi Minus 41% hingga Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning

Sementara itu, Pemerintah Korsel telah mengeluarkan dana sekitar 277 triliun won (USD231 miliar) sebagai stimulus pemulihan ekonomi akibat pandemi sejauh ini. Namun, para pembuat kebijakan lain memiliki sedikit kendali atas permintaan global untuk ekspor ke Korsel. Seperti chip memori, mobil hingga produk petrokimia.

Melihat hal tersebut, para analis pun memprediksi untuk tahun ini, ekonomi Korsel akan menurun dengan median 0,4% atau menjadi kontraksi pertama terbesar sejak 1998.

Selain Korsel, negara Asia lain yang sudah mengalami resesi ekonomi adalah Singapura. Ekonomi Singapura masuk resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 41,2% pada kuartal II-2020 dampak pandemi virus corona. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini