Share

Fantastis, Restrukturisasi Kredit Perbankan Tembus Rp800 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 20 2251107 fantastis-restrukturisasi-kredit-perbankan-tembus-rp800-triliun-4ckBEaiEf7.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat restrukturisasi kredit di perbankan baik untuk UMKM dan non-UMKM sudah mencapai Rp800 triliun. Angka ini meningkat 4% dari realisasi restrukturisasi kredit per 13 Juli yakni Rp769 triliun.

Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan restrukturisasi kredit di tahun ini nantinya yang diajukan debitur yang terdampak virus Corona (Covid-19) bakal mencapai Rp1.200 triliun.

 Baca juga: BI Percepat Proses Pinjaman bagi Bank Kesulitan Likuiditas

"BI melakukan langkah tambahan untuk sistem bank tetapi terjaga. Kalau kita lihat data restrukturisasi bank, itu sekarang ini sudah mencapai Rp800 triliun, kredit UMKM lalu komersial korporasi konsumen," kata Juda dalam diskusi webinar di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Dia melanjutkan meski restrukturisasi kredit diperkirakan terus meningkat. Likuiditas perbankan masih dalam posisi yang sangat cukup.

 Baca juga: Transaksi Digital Banking Meroket, Nasabah Juga Inginkan Hal Ini

"Tapi sebenarnya likuiditas perbankan masih baik yaitu 26%. Nah ini karena Bank Indonesia telah melakukan pelonggaran dari sisi likuiditas, GWM (giro wajib minimum) turun, tambahan lagi GWM untuk perbankan yang menyalurkan ke sektor UMKM dan ekspor, kita tambah lagi penurunannya, belum lagi tambahan likuiditas dari dual intervention (pasar SBN) yang dilakukan BI," imbuhnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilairestrukturisasi kredit yang sudah direalisasikan industri perbankan hingga 13 Juli 2020 mencapai sebanyak Rp776,9 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,75 juta nasabah 100 bank yang sudah mengimplementasikan program ini.

Baca juga:  Tahu Risiko Bank dan Kalah Kliring, Apa Itu?

Bila dijabarkan, sebanyak Rp328,6 triliun diberikan kepada 5,43 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,32 juta debitur lainnya merupakan nasabah non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp448,3 triliun. (rzy)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini