Dana Titipan Rp11,5 Triliun ke BPD Bisa Gairahkan Ekonomi Daerah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252667 dana-titipan-rp11-5-triliun-ke-bpd-bisa-gairahkan-ekonomi-daerah-YC100L2cft.jpg Wimboh Santoso Telekonferensi (Youtube Jasa Keuangan)

JAKARTA - Pemerintah yang telah menyediakan skema penempatan dana Pemerintah ke Industri Perbankan. Selain ke Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, penempatan dana Pemerintah ini sangat membantu likuiditas perbankan. Terutama dalam menjalankan perannya sebagai katalis program pemulihan ekonomi nasional.

 Baca juga: Sri Mulyani Guyur Rp11,5 Triliun ke BPD, Ini Rinciannya

"Sebagai kita pahami, industri keuangan dituntut menyediakan restrukturisasi bagi pelaku usaha yang terdampak dan menyediakan tambahan kredit modal kerja untuk meningkatkan kembali kemampuan usaha mereka," kata Wimboh di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Dia melanjutkan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) di daerah begitu besar dalam menggerakkan ekonomi di daerahnya. Tersedianya penempatan dana Pemerintah di BPD ini merupakan terobosan yang cukup berarti dalam membantu likuiditas BPD dalam melaksanakan program PEN di Daerah.

 Baca juga: Dapat Dana Titipan, Aset Perbankan Bakal Ditarik

"BPD ini merupakan terobosan yang cukup berarti dalam membantu likuiditas BPD dalam melaksanakan program PEN di Daerah," jelasnya.

Saat ini, per Juni 2020, tercatat 27 BPD dengan total aset mencapai Rp718 triliun atau 8,28% dari total aset perbankan di Indonesia. 23 BPD dalam kategori BUKU 1 dan 2 sedangkan hanya 3 BPD di kategori BUKU 3 dan tidak ada yang di BUKU 4.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini