Tanpa Resesi AS, Ekonomi Indonesia Sudah Terkontraksi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 20 2254977 tanpa-resesi-as-ekonomi-indonesia-sudah-terkontraksi-xh1b0TgKCo.jpg AS Alami Resesi dengan Pertumbuhan Ekonomi Minus 32%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi, setelah pada kuartal II tumbuh negatif 32%. Ekonomi AS mengalami pukulan terbesar akibat pandemi Covid-19 menurunkan belanja konsumen dan bisnis.

Lantas apakah resesi ekonomi AS akan berdampak pada Indonesia?

Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, itu bukan kabar buruk bagi ekonomi Indonesia. Jadi resesi di AS dan di banyak negara lainnya tidak akan menambah buruk perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Resesi! Ekonomi AS Anjlok 32% Terburuk Sepanjang Sejarah

Dampak resesi di berbagai negara termasuk AS sudah kita rasakan di mana Ekspor kita sudah menurun dan ini tidak akan berdampak Lebih besar lagi.

"Perekonomian kita sudah terkontraksi, khususnya oleh karena wabah yang menyebabkan konsumsi dan investasi kita menurun. Namun kabar resesi AS ini bukan kabar yang buruk untuk kita," ujar Piter, di Jakarta, Jumat (31/7/2020)

Dia melanjutkan semua negara tinggal menunggu waktu untuk menyatakan secara resmi sudsh mengalami resesi. Proses resesinya sudah berlangsung sejak awal tahun.

Baca Juga: AS Resesi dengan Pertumbuhan Minus 32%, Harga Minyak Anjlok

Pasalnya, resesi akibat wabah yang terseret gelombang wabah yang sama. Serta negara yang resesi itu sangat bergantung pada ekspor. Namun berbeda dengan Indonesia.

"Memang negara-negara tertentu yang sangat bergantung kepada ekspor akan terseret Lebih dalam karena selain terjadi wabah di domestik, ekspornya juga turun karena penurunan ekonomi global. Tapi Indonesia bukan negara seperti itu. Kita tidak bergantung Ekspor," tandasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini