Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Nekat Steril Uang Puluhan Juta di Microwave dan Mesin Cuci, Hasilnya Rusak Parah

Safira Fitri , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2020 |16:57 WIB
Warga Nekat Steril Uang Puluhan Juta di Microwave dan Mesin Cuci, Hasilnya Rusak Parah
Uang Rusak Korsel, Won (Foto: Indiaexpress)
A
A
A

JAKARTA - Penularan virus Corona atau Covid-19 membuat para masyarakat takut. Seluruh benda pun dijaga agar tetap bersih dengan cara disteril, termasuk uang.

Namun, ketakutan tersebut berujung kerugian besar bagi seorang warga negara Korea Selatan bermarga Eom. Tidak tanggung-tanggung, uang yang rusak mencapai puluhan juta Won.

Baca juga: 7 Pecahan Rupiah Tak Berlaku di Tahun Depan, Ini Cara Penukarannya!

Melansir Indian Express, Jakarta, Senin (3/8/2020), pada awal tahun 2020 seorang warga yang tinggal di Kota Ansan, dekat Seoul, mencoba mencuci uang kertas dengan pecahan 50.000 won di mesin cuci miliknya. Tujuannya agar bersih dari Virus Corona. Namun, bukan bersih yang didapat, uang tersebut malah rusak parah.

Dirinya pun menghubungi Bank of Korea untuk mengetahui apakah bisa menukar kembali dengan uang kertas baru. Namun nahas, yang didapat.

Baca juga: Bansos Tunai Tahap II Segera Cair

Setelah diperiksa, Bank of Korea hanya bisa memberikan mata uang baru dengan total sekira 23 juta won, tak sebesar nilai uang yang dilaporkan si pelaku. Hal ini dikarenakan adanya kriteria untuk penukaran uang yang rusak. Bahkan, pihak bank juga menyatakan ada yang tidak dapat ditukarkan karena kerusakannya terlalu parah.

Selain mensteril uang di mesin cuci, Bank of Korea juga melaporkan seorang warga Korsel bermarga Kim nekat memanaskan uangnya ke dalam microwave. Lagi-lagi tujuan si pelaku agar uang yang dimilikinya bebas dari Virus Corona.

Uang Rusak Dimicrowave (IndiaExpress)

Orang terebut menukarkan ke Bank senilai 5,2 juta won. Untung saja, orang tersebut tidak mengalami kerugian yang besar.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement