NTP Naik, Kesejahteraan Petani Meningkat?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 320 2256321 ntp-naik-kesejahteraan-petani-meningkat-BzUcRjqMcC.jpg Petani (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) kembali naik pada Juli 2020. Pada periode itu, NTP kembali ke titik impas atau berada dikisaran angka indeks 100 setelah pada bulan-bulan sebelumnya dikisaran 99.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

 Baca juga: Cerita Kegighan Petani Milenial Tanam Tomat Kualitas Impor

Kepala Badan Pusat Statiatik (BPS) Suhariyanto mengatakan, NTP Juli 2020 tercatat sebesar sebesar 100,09 atau naik 0,49% dibanding NTP Juni 99,6 dan Mei 2020 hanya 99,47.

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47%, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,02%.

 Baca juga: Cerita Petani Rugi Ratusan Juta akibat Sawah Kebanjiran

"Kenaikan NTP pada Juli 2020 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian," kata Suhariyanto dalam video virtual, Senin (3/8/2020).

Suhariyanto mencatat, berdasarkan sektornya, kenaikan NTP Juli 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,76%. Sedangkan, subsektor Peternakan sebesar 1,68%, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,69%. Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,25 persen dan Subsektor Hortikultura turun sebesar 0,74%.

"Secara nasional, NTP Januari–Juli 2020 sebesar 101,29 dengan nilai It sebesar 106,92 sedangkan Ib sebesar 105,55," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini