Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2020 |17:14 WIB
Ini Senjata Terakhir agar RI Tak Masuk Jurang Resesi
Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Setelah mengalami kontraksi di kuartal II-2020 minus 5,32% (year on year, yoy), Pemerintah harus melakukan langkah extraordinary untuk mendorong ekonomi agar dapat bertahan di kuartal III dan IV tahun 2020.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, langkah tersebut perlu diambil agar Indonesia terhindar dari resesi.

"Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha termasuk BUMN harus ikut berpartisipasi,” ujar Airlangga Hartarto dalam telekonferensi, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Dana Pilkada Rp35 Triliun Bisa Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Resesi?

Dia menjelaskan strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV.

"Kami (pemerintah) pun telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembentukan itu akan meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sehingga perencanaan dan eksekusi kedua target kesehatan dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus," jelas dia.

Baca Juga: Rakyat Butuh Duit untuk Geber Pertumbuhan Ekonomi yang Minus 

Dia juga menambahkan, program penanganan Covid-19 yang lebih serius dan terstruktur diharapkan akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga untuk melakukan aktivitasnya termasuk belanja atau konsumsi dan investasi.

"Penanganan dari aspek kesehatan yakni memperbanyak Testing,Tracing dan Treat (3T), dan kampanye Mencuci tangan, Masker, Menjaga jarak (3M), secara luas kepada masayrakat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Lalu pengadaan obat dan persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan harus dilakukan," ungkap dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement