JAKARTA – Wall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Bursa saham AS menguat terdorong kenaikan saham sektor energi karena kenaikan harga minyak.
Indeks S&P 500 naik 11,90 poin atau 0,4% menjadi 3.306,51 setelah membalik di antara keuntungan dan kerugian kecil sepanjang hari. Dow Jones Industrial Average naik 164,07 poin atau 0,6% menjadi 26.828,47 dan komposit Nasdaq menambahkan 38,37 atau 0,4% menjadi ditutup pada rekor lain, 10.941,17, dilansir dari gmtoday, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Wall Street Melesat
Di pasar saham, perusahaan energi memiliki keuntungan terbesar setelah harga minyak naik. Benchmark minyak mentah AS naik 69 sen menjadi USD41,70 per barel. Minyak mentah Brent, standar internasional naik 28 sen menjadi USD44,43 per barel.
Sebaliknya, saham perusahaan asuransi American International Group turun 7,5%. Beberapa analis mengutip beberapa item tidak biasa yang menutupi laporannya, seperti kerugian terkait covid-19, yang membuatnya sulit untuk memperkirakan bagaimana laba AIG.
Baca Juga: 4 Raksasa Teknologi Bukukan Kenaikan Pendapatan
Di sisi ekonomi, Federal Reserve mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah mereka, karena terus memompa sejumlah besar bantuan ke dalam perekonomian. Hasil pada catatan Treasury 10-tahun turun menjadi 0,50% dari 0,56%.
"Dikotomi imbal hasil obligasi yang rendah dan turun dengan pasar aset berisiko sangat membingungkan, dan investor menjadi semakin gugup karena imbal hasil berkurang," kata Chief Investment Officer Northern Trust Wealth Management Katie Nixon dalam sebuah komentar. (kmj)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.