Share

BI Prediksi Harga Properti Kuartal III Bakal Anjlok Jadi 1,19%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 470 2260939 bi-prediksi-harga-properti-kuartal-iii-bakal-anjlok-jadi-1-19-8Pfl81PblQ.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III 2020 bakal melambat. Adapun, melambatnya pertumbuhan tersebut terjadi untuk seluruh tipe rumah, pertumbuhan harga rumah tipe kecil, menengah dan besar.

Rinciannya, masing-masing diprakirakan sebesar 1,56% (yoy) dan 0,7% (yoy) lebih rendah dari 2,35% (yoy), 1,42% (yoy) dan 0,99% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

 Baca juga: Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat, Penjualan Anjlok 25%

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III bakal sebesar 1,19% (year on year/yoy) lebih rendah dibandingkan 1,5% (yoy) pada triwulan II 2020 dan 1,80% dari triwulan II 2019.

"Perlambatan terjadi di sebagian besar kota yang disurvei terutama kota Medan, Banjarmasin yang tercatat tumbuh 1,01% (yoy) dan komtraksi -0,40% lebih rendah dari 3,96% (yoy) dan 0,48% pada triwulan II 2020," kata Onny di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

 Baca juga: Fakta Penjualan Properti di Bawah Rp1,5 Miliar Laris hingga Subsidi KPR

Dia melanjutkan secara triwulan, pertumbuhan harga properti residensian pada triwulan III 2020 juga diperkiraka lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang terindikasi dari IHPR yang tumbuh 0,11% (qtq) lebih rendah dibandingkan 0,32% (qtq) pada triwulan II 2020 dan 0,50% (qtq) pada triwulan III 2019.

"Perlambatan pertumbuhan harga rumah triwulanan diprakirakan akan terjadi pada seluruh tipe rumah, terutama harga rumah tipe kecil yang diperkirakan hanya tumbuh 0,18% (qtq) lebih rendah dari 0,50% (qtq) pada triwulanan sebelumnya," jelasnya.

Sambung dia dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama bagi pengembang dalam pembangunan properti resedensial.

"Pada triwulan II-2020, rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti resodensial sebesar 67,67%. Kemudian dari pinjaman perbankan sebesar 21,25% dan pembayaran dari konsumen sebesar 8,11%. Berdasarkan komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari modal disetor (52,33%) dan laba ditahan (42,86%)," tandasnya.

Sementara itu dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi sumber pembiayaan utama dalam melakuka pembelian properti resedensial. Hasil survei mengindikasi bahwa sebagaian besar konsumen (78,41%) menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial 16,22% dengan tunai berharap da 5,37% membeli secara tunai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini