Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Dunia Merosot Imbas Naiknya Imbal Hasil Treasury AS

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 15 Agustus 2020 |08:13 WIB
Harga Emas Dunia Merosot Imbas Naiknya Imbal Hasil Treasury AS
Harga Emas (Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Harga emas global mengalami kejatuhan pada perdagangan Jumat (14/8/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan kemacetan atas tagihan stimulus AS untuk membantu ekonomi yang terkena virus Corona.

Melansir CNBC, Jakarta, Sabtu (15/8/2020), harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.943,18 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS turun 1% pada USD1.949,80.

 Baca juga: Penyederhanaan Tarif Cukai Jadi Angin Segar Buat Emiten Rokok

Setelah mencapai rekor puncak USD2.072,50 pada 7 Agustus dan naik selama sembilan minggu sebelumnya. Emas batangan turun 4,5% minggu ini.

"Pasar emas berada dalam keadaan parabola, jadi ketika Anda melakukan sedikit kenaikan dalam imbal hasil bersama dengan kebuntuan pada tagihan stimulus, itu akan melihat sedikit retracemen," kata Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger.

 Baca juga: Menko Airlangga: Semakin Pusing Masyarakat, Makin Banyak yang Merokok

“Kami mungkin telah melangkah terlalu jauh, terlalu cepat, dan kami yakin pasar membutuhkan jeda, konsolidasi. Dan itulah yang kami lihat," tambahnya.

Data ekonomi yang buruk dari jauh dan luas, termasuk penjualan ritel AS yang mengecewakan, juga tidak membantu emas safe-haven. Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun melayang di dekat tertinggi tujuh minggu, sementara harapan untuk putaran baru AS bantuan virus corona memudar saat Kongres memasuki masa istirahat.

Hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset non-imbal hasil seperti emas batangan, yang telah naik lebih dari 28% sepanjang tahun ini.

"Kami akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa lagi dengan kemungkinan paket stimulus yang substansial dan kemungkinan kekacauan di sekitar pemilu akan mendorong orang untuk melarikan diri," kata pendiri Circle Squared Alternative Investasi Jeffrey Sica.

Di antara logam lainnya, perak merosot 4,7% menjadi USD26,24 per ons. Di mana, perak bersiap untuk menghentikan kemenangan beruntun sembilan minggu, sejauh ini turun 7,2%.

Sementara itu, Platinum turun 1,6% menjadi USD941,79. Sedangkan, paladium turun 2,4% menjadi USD1,949.40.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement