Apindo Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus 2%, Indonesia Resesi?

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 20 2263773 apindo-proyeksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-indonesia-resesi-Tiezaoj4yR.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 di angka -5,32%. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada di level minus 1% sampai 2%.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan, pihaknya menilai pada kuartal III nanti masih ada sedikit negatif. Namun, di kuartal IV pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa positif untuk membantu operasional di tahun 2021.

"Kami harapkan paling tidak di level minus 1% sampai 2% kami rasa sudah cukup baik," ujar Shinta dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga Prediksi Ekonomi RI Minus 1% di Kuartal III, Jadi Resesi Nih? 

Shinta menambahkan, untuk upaya-upaya yang dilakukan pelaku usaha pada akhirnya harus dilihat apa yang terjadi di lapangan. Dia menyebut, pengusaha juga akan terus memberikan masukan kepada pemerintah bahwa realisasi dari stimulus yang ada beberapa permasalahan di lapangan.

"Kenapa tidak kita bisa dapatkan (stimulus) di lapangan, apa masalah-masalah yang dihadapi. Jadi, itu satu hal yang terus kami terus memberikan masukan kepada pemerintah dari segi stimulus," kata dia.

 Ekonomi

Selain itu, dia juga menyebut PMI Manufaktur Indonesia sudah mulai membaik dan hal ini menimbulkan rasa positif yang menandakan produksi sudah berjalan lagi.

"Itu harus terus dipacu dengan mengingatkan pemerintah untuk terus mendorong sisi demand, jadi bagaimana proyek-proyem pemerintah tetap berjalan, jadi belanja pemerintah serapan APBN dan APBD terus ditingkatkan," ucapnya.

Apindo menilai, penting juga untuk adanya perbaikan iklim investasi akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut harus diperbaiki karena pada akhirnya investasi tidak bisa dihentikan.

"Kita tahu kita juga tetap harus memicu inbound investment walaupun semuanya bilang siapa sih yang mau investasi? tapi investasi itu kan keputusannya panjang, jadi kita perlu memperbaiki supaya apa pun pada saatnya mereka siap investasi mereka masuknya ke Indonesia. Makanya, perbaikan iklim investasi sangat penting," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini