Menko Airlangga Prediksi Ekonomi RI Minus 1% di Kuartal III, Jadi Resesi Nih?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 20 2261112 menko-airlangga-prediksi-ekonomi-ri-minus-1-di-kuartal-iii-jadi-resesi-nih-sJj1hiDvv6.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia diprediksi akan terperosok ke jurang resesi pada kuartal-III 2020. Diketahui, pada kuartal-II menunjukkan pertumbuhan ekonomi sudah minus 5,32%. Sementara, negara dinyatakan resesi jika mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data analisis pihaknya, perekonomian Indonesia pada kuartal III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.

“Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp2.700 triliun dari anggaran yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni sudah membelanjakan Rp1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp1.700 triliun,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Jokowi Gas dan Rem Selamatkan Ekonomi, Ini Penjelasan Erick Thohir 

Dia menyebut beberapa sektor usaha sudah mengalami perbaikan seiring berjalannya kuartal-III 2020. Di antaranya adalah Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia atau indeks manufaktur Indonesia berada di posisi 46,9. Kemudian, indeks keyakinan konsumen juga mengalami peningkatan atau sudah mencapai 83,8.

“Kita lihat dari sektor kendaraan bermotor juga ada kenaikan dari minus 82 ke minus 54,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Bakal Habiskan Duit Rp2.700 Triliun, RI Selamat dari Resesi? 

Airlangga mengaku akan mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk menghabiskan anggaran sebesar Rp2.700 triliun hingga kuartal IV-2020 mendatang. Dirinya meyakini dengan menghabiskan dana itu akan menyelamatkan perekonomian dari jurang resesi.

“Presiden juga mendorong agar belanja di setiap kementerian bisa dipacu, karena kalau dipacu kita bisa masuk ke jalur yang positif,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini