Share

Uang Baru Pecahan Rp75.000 Dianggap Redenominasi, Apa Benar BI?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 20 2263836 uang-baru-pecahan-rp75-000-dianggap-redenominasi-apa-benar-bi-Cx28qpKkpN.png Uang Pecahan Rp75.000 (Foto: Website Bank Indonesia)

JAKARTA – Desain uang kertas pecahan Rp75.000 memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan nominal lainnya. Pasalnya, tiga angka nol dalam uang pecahan baru ini yang tercetak sangat kecil dibandingkan dengan angka 75. Hal itu lantas membuat masyarakat bertanya-tanya apakah peluncuran ini merupakan rencana pemerintah untuk melakukan redenominasi.

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi memastikan bahwa penerbitan uang kertas itu tak termasuk ke dalam rencana redenominasi. Ukuran angka nol yang kecil itu merupakan desain tersendiri dari nominal uang tersebut.

“Ini berbeda tujuannya. Ini bagian rencana tahun 2020 dari pencetakan uang Rp75.000” kata Rosmaya saat konferensi pers secara virtual, Senin (18/8/2020).

Baca Juga: 68 Ribu Orang Rebutan Uang Pecahan Rp75.000 

Dia menyatakan kini pihaknya belum saatnya untuk menerapkan redenominasi, karena kurang pas dengan kondisi perekonomian sekarang. “Kemudian tentu saja kita akan berlakukan saat perekonomian yang pas, jadi ada step-step lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar.

 Rupiah

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini