68 Ribu Orang Rebutan Uang Pecahan Rp75.000

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 20 2263802 68-ribu-orang-rebutan-uang-pecahan-rp75-000-nU3s52gYeL.jpeg Uang Rupiah Khusus (Foto: Dokumentasi Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia meresmikan pengeluaran dan pengedaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 bertepatan dengan HUT ke–75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020. Tercatat, sebanyak 68.051 orang sudah melakukan pendaftaran untuk melakukan penukaran uang kertas tersebut.

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi mengatakan pemesanan penukaran uang pecahan Rp75.000 melalui aplikasi Pintar website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id mulai 17 Agustus pukul 15.00 sampai dengan 30 September 2020. Selanjutnya, mereka bisa mengajukan pendaftaran di lima Bank umum yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga.

Baca Juga: Uang Baru Pecahan Rp75.000, Sri Mulyani: Jadikan Simbol Kebangkitan

“Yang sudah memasuki aplikasi 68.051 pendaftar,” kata Rosmaya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (18/8/2020).

Dia menjelaskan dari 68.051 itu terlihat mereka tersebar di 40 kantor cabang BI dari total 45 kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Sehingga, ada 5 daerah yang sepi peminat, yaitu Sibolga, Papua, Papua Barat, Lhoksemauwe dan Mamuju.

“Ada beberapa kantor BI yang masih kosong, di Sibolga, Papua, Papua Barat, Lhoksemauwe dan Mamuju. Nanti kita evaluasi,” ujarnya.

Baca Juga: Uang Baru Rp75.000 Hanya Dicetak 75 Juta Lembar, Bukan untuk Kegiatan Ekonomi

Dia menyebut, dalam 10 hari awal, BI menyediakan penukaran uang edisi khusus HUT RI ke-75 ini sebanyak 9.750 lembar. Di mana, untuk kantor pusat BI diberikan kuota 300 lembar per hari dan kantor perwakilan 150 lembar per hari.

“10 hari berarti 3000 lembar untuk pusat, untuk daerah 6.750,” katanya.

Seperti diketahui, mata uang ini dicetak dengan jumlah lembar 75 juta yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini