JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai tekanan laba perbankan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2020.
Pasalnya, wabah virus Corona atau Covid-19 masih membuat sektor keuangan tertekan, khususnya perbankan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lesu pada smester pertama.
"Saya rasa masih ada penurunan laba sampai akhir tahun tapi pada semester kedua nanti tidak akan seanjlok semester pertama," kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga: Laba Bank BUMN Rontok, Kondisinya Masih Kuat?
Kata dia, kondisi perbankan perusahaan pelat masih cukup kuat. Meskipun adanya penurunan laba tidak akan terlalu berpengaruh.