Qanun LKS, BRI Syariah Target Konversi Aset BRI Aceh Selesai Tahun Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 278 2266511 qanun-lks-bri-syariah-target-konversi-aset-bri-aceh-selesai-tahun-ini-99RzrmRWHm.jpg Syariah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) mencatat peralihan aset PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di Aceh sebagian besar telah diselesaikan dan ditargetkan rampung tahun ini. Langkah itu bagian dari implementasi kebijakan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di daerah setempat.

Direktur Operasional BRIS Fahmi Subandi menyebut, moncernya kinerja perseroan pada kuartal II 2020 juga didorong oleh implementasi Qanun LKS di Aceh. Sepanjang kuartal II tahun ini saja perusahaan telah membuka 26 unit kerja baru dengan sistem co-location dengan BRI, sehingga mengakselerasi proses konversi bisnis yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

Bahkan, dia bilang, total kredit BRI yang telah dikonversi BRI Syariah hingga Juni 2020 mencapai 82,98 persen dari total kredit yang direncanakan akan dialihkan tahun ini. Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang telah dikonversi untuk implementasi Qanun LKS mencapai 53,18 persen dari total yang ditargetkan.

"Hingga Juni tahun ini kredit BRI di Aceh telah dikonversi menjadi pembiayaan yang mencapai 82,98%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga yang telah dikonversi mencapai 53,18%dari seluruh DPK BRI di Aceh," ujar Fahmi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (24/8/2020).

Di sisi lain, digitalisasi proses pembiayaan melalui aplikasi i-Kurma menjadi salah satu pendorong tumbuhnya pembiayaan BRI Syariah di segmen mikro. Platform ini terbukti efektif meningkatkan kinerja perusahaan karena memungkinkan tenaga pemasar bekerja optimal di masa new normal.

Di mana, BRI Syariah mengoptimalkan i-Kurma sebagai langkah transformasi digital dalam proses pembiayaan. Ini terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRI Syariah.

"Mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi corona,"

Untuk diketahui, BRI Syariah berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp117,2 miliar pada paruh pertama 2020. Perolehan tersebut tumbuh 229,6% secara year on year atau secara tahunan (yoy).

Kinerja BRI Syariah melampaui induknya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang mencatatkan penurunan laba sebesar 37% yoy pada periode yang sama.

Fahmi menyampaikan, hingga kuartal II 2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,4 triliun, tumbuh mencapai 55,92% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini