Sinergi Lini Bisnis WIKA Tetap Tumbuh Andalkan Proyek Strategis

Fahmi Achmad, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 278 2267173 sinergi-lini-bisnis-wika-tetap-tumbuh-andalkan-proyek-strategis-Vzw1k0p0LH.jpg Sinergi Lini Bisnis WIKA Tetap Tumbuh Andalkan Proyek Strategis. (Foto: IDX Channel)

JAKARTA - Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito mengungkapkan dalam Public Expose LIVE 2020, Selasa (25/8/2020), bahwa Sinergi WIKA Group pada proyek-proyek strategis mencatatkan kemajuan pembangunan meski berada di tengah pandemi. Salah satunya proyek Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang melibatkan entitas anak WIKA Beton.

Untuk suplai beton readymix dan beton precast, WIKA Gedung untuk lingkup pekerjaan struktur, WIKA Rekayasa Konstruksi untuk instalasi MEP, serta WIKA IKON untuk pekerjaan struktur baja spaceframe. Secara keseluruhannya, pembangunan proyek ini telah mencapai 51% dan sedang dalam proses penyelesaian pekerjaan finishing dan MEP. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2021. Nantinya Bandara ini akan 3x lipat lebih luas dari yang semula 51.005 M2 menjadi 166.005 M2 untuk menampung 15,6 juta penumpang setiap tahunnya.

BACA JUGA : Incar Proyek Strategis, Ini Progres WIKA Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Sementara itu, progress pembangunan signifikan juga turut dicatatkan pada proyek Pengerjaan Kabel Laut 150 kV di Sumatera – Bangka. Pada proyek ini, WIKA dalam konsorsium bersama Furukawa Electric Co.,Ltd dipercaya PLN akan melaksanakan konstruksi pemasangan kabel bertegangan 150 kV sepanjang 36 kilometer pada kedalaman laut 45 meter.

Terpasangnya kabel laut ini akan menghadirkan energi yang efisien bagi Bangka sekaligus mengurangi ketergantungan energi minyak/diesel yang dialihkan menjadi energi batu bara. Sebagai portofolio baru di bidang Engineering, Procurement and Construction (EPC), WIKA - Furukawa mampu mencatatkan progress 8,5% atau ahead 1,5% dari rencana. Pengerjaannya ditargetkan selesai pada awal 2022.

Sementara itu, dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Banten, WIKA juga hadir dengan portofolio investasinya yaitu Tol Serang Panimbang. Tol ini membentang sepanjang 83,67km yang pengerjaannya dibagi menjadi dua seksi yaitu seksi 1 sepanjang 26,5km menghubungkan Serang – Rangkas Bitung dan seksi 2 sepanjang 24,1km dari Rangkas Bitung - Cileles.

"Pembangunan Seksi I kini mencapai 73,40% dan kami targetkan selesai pada semester I 2021" ujar Agung BW.

BACA JUGA : Wijaya Karya Targetkan Kontrak Baru Rp21,37 Triliun Sepanjang 2020

Proyek yang juga dikerjakan oleh WIKA di Banten adalah Tol Serpong Balaraja yang dirancang untuk mempersingkat jarak tempuh dari Serpong menuju Jakarta maupun Merak. Pada Seksi I ini, WIKA dipercaya oleh PT Trans Bumi Serbaraja sebagai entitas anak dari PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Grup) untuk membangun jalan tol sepanjang 5,15km yang menghubungkan Pusat Intermoda BSD City dan Tol Jakarta Outer Ringroad (JORR).

"Saat ini pembangunannya telah mencapai 16,56% dan sedang dalam tahap pengerjaan saluran Frontage Road, struktur pondasi Main Road dan struktur Simpang Susun Central Business District (CBD) BSD Raya. Kami menargetkan untuk bisa selesai pada akhir tahun 2021," ungkap Agung BW.

Progress pembangunan juga mulai terlihat pada pembangunan Jalan Tol Pekanbaru - Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan. Proyek sepanjang 54,2 km ini akan menjadi jalur utama transportasi utama

yang menghubungkan Sumatera Barat - Riau. Kini WIKA sedang mengerjakan konstruksi tahap I sepanjang 24 km dengan progress mencapai 6,17%. Rencananya, proyek ini akan selesai pada Semester II 2022.

WIKA juga bersama PTPP sebagai kontraktor nasional bergabung dengan Konsorsium bersama Penta Ocean, TOA, Rinkai dipercaya oleh Kementerian Perhubungan untuk menggarap Proyek Pelabuhan Patimban yang saat ini telah mencapai progres sebesar 80%.

BACA JUGA : Kinerja BRI Agro Merosot, Hanya Cetak Laba Rp20 Miliar hingga Juni 2020

Selain bertanggung jawab akan pengerjaan Proyek Pelabuhan Patimban, WIKA juga membentuk Joint Operation bersama PTPP untuk menggarap pekerjaan paket 3, yaitu jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antara akses darat (Paket 4) menuju lahan reklamasi (Paket 1 & 2).

Mencapai progres sebesar 13% hingga awal Agustus 2020 ini, proyek ditargetkan mampu rampung pada Oktober 2021. Saat ini tim proyek sedang fokus pada pengerjaan akses kerja di laut dengan menggunakan coast way yang saat ini telah mencapai sepanjang 560 meter dari total 1 KM yang ditargetkan. (*)

(spi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini