Sri Mulyani: RI Dapat Rp1,5 Triliun Tekan Emisi Gas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268337 sri-mulyani-ri-dapat-rp1-5-triliun-tekan-emisi-gas-pj8DhNmw4o.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendapatkan pengakuan atas pengurangan emisi gas rumah kaca dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan. Pengakuan tersebut berupa persetujuan dari Global Climate Fund (GCF) untuk mengucurkan dana USD103,78 juta atau sekitar Rp1,5 triliun (Rp 14.700 per USD).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pendanaan ke Indonesia ini bahkan melampaui pembiayaan dari GCF ke Brasil yang memiliki Hutan Amazon. Sebelumnya, Brasil mendapatkan pendanaan sebesar USD96,5 juta dengan skema yang sama.

 Baca juga: Jepang, Negara Maju yang Langganan Bencana Alam

"Indonesia mendapatkan dana USD103,78 juta agar bisa mengurangi emisi yang mana terjadi di kebakaran hutan," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (27/8/2020)

Mantan anggota Bank Dunia ini menyatakan, mengapresiasi kinerja Kementerian LHK dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai pendanaan tersebut. "Khususnya dalam rangka menjaga salah satu yang merupakan sumber emisi karbon, yakni deforestasi dan degradasi," ujarnya, dalam kesempatan yang sama.

 Baca juga: Papua Nugini Paling Rentan atas Perubahan Iklim Kawasan Pasifik

Nantinya Seluruh dana ini dikelola oleh badan Kementerian Lingkungan Hidup. Di mana, untuk menangani perubahan iklim yang selalu berubah di Indonesia.

"Ini akan dikelola oleh badan lingkungan hidup yang merupakan BLU yang dikelola Kemenkeu yang kemufian badan pengelolaan hidup ini aktivitas pengelolaan lingkungan hidup dan hasil dukungan internasional dan digunakan team yang didanai aktivitas," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pembiayaan itu didapatkan dengan skema Result Based Payment (RBP) atau pembayaran berbasis hasil kinerja terhadap program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation+ (REDD+).

"Hal ini menjadi bukti komitmen dan kinerja Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim," jelasnya.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini