Pembicaraan tentang penjualan dimulai ketika Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif bulan ini yang mengancam akan melarang aplikasi kecuali ByteDance menjual operasinya di AS dalam beberapa minggu mendatang. Trump dan pejabat AS lainnya mengatakan aplikasi tersebut mengancam keamanan nasional.
Namun, TikTok membantah tuduhan tersebut dan menggugat pemerintahan Trump atas salah satu perintahnya. Menurut TikTok, hal yang dilakukan oleh pemerintah AS sangat dipolitisasi.
Saat ini, aplikasi tersebut sudah memiliki beberapa calon pembeli, termasuk Microsoft (MSFT) dan Walmart (WMT). Bahkan mereka sedang menjalin kerjasama untuk bersama-sama mengajukan penawaran.Selain mereka berdua, Perusahaan teknologi Oracle (ORCL) dilaporkan tertarik juga.
Tekanan pada TikTok saat ini sangat besar. Minggu lalu, CEO Kevin Mayer mengundurkan diri setelah kurang dari empat bulan bekerja, dengan alasan lingkungan politik yang berubah tajam.
(Fakhri Rezy)