Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Bisa Serap Investasi Rp73,8 Triliun di Proyek Ini

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2020 |13:08 WIB
      RI Bisa Serap Investasi Rp73,8 Triliun di Proyek Ini
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan nilai investasi dalam proyek hydropower di Kalimantan dan Papua mencapai USD5 miliar atau setara dengan Rp73,8 triliun. Bahkan, program ini diyakini menarik minat investasi dari sejumlah investor luar negeri.

"Jadi kita tak mau lagi sekarang hanya ekspor, jadi kita ingin membentuk green energi dan produk sendiri, ini karena organik, Indonesia termasuk yang besar dunia karena investasi dia gede gedean sekitar USD5 miliar," ujar Luhut iNews Center, Jakarta, Jumat (4/9/2020). malam.

Karena itu, Luhut menyebut, pihaknya telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan Forrest asal Australia yang nantinya akan melakukan investasi dalam pengolahan energi terbarukan di Indonesia.

Baca Juga: Daftar Negara Investasi dengan Dana Abadi di Indonesia, Ada China hingga AS 

Forrest, melalui perusahaannya Fortescue Metal Group (FMG), disebut Luhut akan menggarap pengembangan 60 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga air, dan 25 GW pembangkit listrik tenaga panas bumi. "Jadi sekarang yang datang ini indoforest dari Australia. Kemarin United Arab Emirates dia investasi ke kita (Indonesia) hampir USD19 miliar sekian," ujar dia.

Sebagai informasi, Indonesia melakukan penandatanganan Akta Kesepakatan Industri Hijau dan Letter of Intent (LoI) untuk Mengurangi Pencemaran Plastik Secara Dramatis di Perairan Indonesia yang disaksikan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Alaistar Cox.

"Penandatanganan kedua perjanjian ini secara kuat mengungkapkan hubungan dekat dan strategis antara Indonesia dan Australia dan menunjukkan kedekatan masyarakat kedua negara kita. Saya yakin upaya kita hari ini akan memperkuat fondasi kemitraan untuk membangun masa depan yang lebih cerah bersama," kata Luhut.

Menurutnya, sebagai dua negara dengan potensi mineral dan energi terbarukan yang cukup besar, Indonesia dan Australia dapat berkolaborasi dan menjadi pemain kunci energi terbarukan dan industri hijau di kancah global.

"Kolaborasi sangat penting dalam waktu yang penuh tantangan ini di mana Covid 19 mendatangkan malapetaka bagi kesehatan dan ekonomi global," ujar dia.

Luhut menegaskan, ini akan memperkuat kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menyatukan langkah-langkah pemulihan ekonomi sebagai bahan utama dalam memerangi pandemi.

"Ini memperkuat kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menyatukan langkah-langkah pemulihan ekonomi sebagai bahan utama dalam memerangi pandemi," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement