Harga Rokok Lebih Mahal Dibanding Makanan Warteg

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 320 2273162 harga-rokok-lebih-mahal-dibanding-makanan-warteg-00fw11s0w5.jpg Harga Rokok (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Naiknya konsumsi rokok di Indonesia bisa disebabkan oleh harga rokok yang cenderung murah sehingga dapat dijangkau pula oleh anak-anak.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar Ditjen Bea Cukai Sunaryo. Dirinya membantah mengenai harga rokok yang terbilang murah.

Jika dibandingkan dengan harga rokok dan kebutuhan makan di beberapa negara dunia, harga rokok di Indonesia lebih dikatakan tidak terlalu berbeda atau lebih tinggi dengan harga makanan di warateg.

"Rokok itu Rp20.000, makan sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 masih ada. Sebenarnya kalau mempertimbangkan daya beli, rokok itu tidak terlalu murah," katanya.

Rokok 

Kata Sunaryo, jika dibandingkan dengan harga rokok dan kebutuhan makan di beberapa negara di dunia, harga rokok di Indonesia bisa dikatakan tidak terlalu berbeda atau lebih tinggi dengan harga makan dibanding rokok.

"Sekarang googling aja merk rokok putih yang paling dominan di Jepang 502 yen (harganya) kalau di konversi ke Rupiah Rp66.000 sekian, kalau makan di pinggir restoran Jepang bisa Rp150 ribu-Rp250 ribu," ujarnya.

Menurut keterangan dirinya yang didapat dari hasil catat data Index 2013, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah menaikan harga rokok hingga 100% per 2020. Dalam kesempatan yang sama, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Renny Nurhasana, mendorong agar harga rokok dinaikan.

Baca Selengkapnya: Apa Benar Harga Rokok di Indonesia Terlalu Murah? Ini Kata Bea Cukai

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini